Tag Archives: Skripsi

Tuntaskan Skripsi #5 : Mabuk Serat, Mendadak Ganti Tangki, dan Gelas Ukur yang Pecah

Standard

1. Mabuk Serat

Dari dua minggu kemarin saya, Kartika a.k.a Tice dan Erwita a.k.a Iwit mabuk serat. BUKAN! Bukan mabuk-mabukan minuman keras. Tapi mabuk menggerus serat tumbuh-tumbuhan. Jadi skripsi saya and the girls ini penelitian pressure drop pada pipa spiral dimana fluida yang dialirkan adalah air dengan campuran serat tumbuh-tumbuhan. Saya sendiri meneliti serat pelepah pisang, Tice meneliti serat daun nanas dan Iwit tertarik pada daun pandan. Kenapa bikin mabuk?? Karena untuk mendapatkan serat-serat ini sangatlah tidak mudah. Saya harus mengacak-acak pelepah pisang busuk di kebun yang kemudian direndam semaleman agar lebih mudah mengambil seratnya. Tice dan Iwit lebih galau lagi karena mengambil serat daun nanas dan daun pandan itu tidaklah mudah, jendral. Jadi, daun nanas dan pandan ini harus digerus dulu daun-daunnya di kedua sisi, barulah akan terlihat seratnya yang sangat tipis dan mudah putus itu. Jadi sebenarnya mereka lebih mabuk dari saya.

Beberapa foto ada di kamera Iwit, di handphone saya cuma ada foto yang sudah jadi serat pelepah pisang saja. Yang serat daun nanas dan daun pandannya belum dicopy filenya.

Serat pelepah pisang. Lebih mirip rambut nenek.

Serat pelepah pisang. Lebih mirip rambut nenek.

Digunting lebih kurang 0.5mm. Sehalus mungkin. Gempor dah tuh. Hehehe

Digunting lebih kurang 0.5mm. Sehalus mungkin!!!

Karena disuruh sehalous mungkin, mari kita coba kehebatan ulekan sambel ini. Dan, GAGAL! Nggak halus sama sekali. T.T

Karena disuruh sehalus mungkin, mari kita coba kehebatan ulekan sambel ini. Dan, GAGAL! Nggak halus juga T.T

Diayak menggunakan saringan teh. Biar dapet hasil yang sehalus mungkin.

Diayak menggunakan saringan teh. Biar dapet hasil yang sehalus mungkin.

Taraaa... 10 gram itu segini aja dooong. Harus dapet 20 gram. Hosh!

Taraaaaaa… 10 gram itu segini aja dooong. Harus dapet 20 gram. Hosh!

Yang tersiksa tidak hanya saya, Iwit dan Tice saja. Dua pria yang tidak mau disebutkan namanya ini juga mabuk serat seperti kami. Beda tim, tapi satu pembimbing.

Sebut saja mereka Bunga dan Mawar. Muahahaha!

Sebut saja mereka “Bunga” dan “Mawar”. Muahahaha!

Mabuk serat belum berakhir sampai disini karena masih ada 1 jenis serat lagi yang harus dicari dan digerus. Semangat!

2. Mendadak Ganti Tangki

Nah, ini kejadiannya jumat kemarin. Karena kita nggak mau semakin mabuk serat, maka saya, Iwit dan Tice memutuskan untuk membatasi serat yang dihasilkan dengan beberapa pertimbangan. Setelah dihitung-hitung, kami akan menggunakan 20 gram serat dengan 20 liter air. Setelah dicoba dimasukan air ke dalam tangki tinggi yang pertama kali kami gunakan (fotonya entah kemana), ternyata airnya nggak sampai ketinggian minimal pompa. Artinya pompa tidak dapat menyedot air dari tangki. Jadi yang pertama kepikiran adalah mengganjal bagian dasar tanki dengan menggunakan sesuatu yang dapat menaikkan permukaan air sampai pada batas sedot pompa. Dari siang sampai sore kami sudah mencoba mengganjal dengan menggunakan, batu kali, botol air mineral bekas yang diisi air dan tentunya gagal semua. Dan sudah mendekati sore, barulah ada masukan dari pak Budi (dosen PNJ) untuk mengganti tangki tinggi dengan kontainer yang kami sengaja beli paginya untuk menyimpan campuran air dan serat masing-masing. Saya sendiri sudah pasrah mau diapain aja alatnya terserah deh, udah keburu pusing. Dan dengan bantuan pak Budi yang paling semangat, pak Janus, Taka, dan Didit (temennya Iwit), Bonsai, Candra, dan tentunya Iwit dan Tice (saya keburu ke kampus karena ada presentasi kuliah Sistem Tata Udara) akhirnya pembongkaran tangki dilaksanakan juga. Alhamdulillah, berhasil sodara-sodaraaa… Hooray!

Our savior! Tssah... Thanks a lot, pak Budi, pak Janus, Taka, Candra, dan Didit. :)

Our savior! Tsaah… Thanks a lot, pak Budi, pak Janus, Taka, Candra, Bonsai, dan Didit. 🙂

3. Gelas Ukur yang Pecah

Menurut saya yang paling membuat saya galau selama weekend ini adalah gelas ukur punya nya pak Budi yang saya pecahin. Nggak sengaja. Suer! 😦 Sabtu sore saya, Tice dan Iwit dengan semangat mulai dari pagi sampai sore ngendon di lab PNJ dengan harapan bisa mulai percobaan dengan campuran air dan serat. Jadi mulai lah hari ini sebagai tumbal percobaan pertama serat pelepah pisang. Karena ada beberapa parameter yang diambil, jadi tugas dibagi menjadi tiga. Iwit yang memutar katup dan mengamati ketinggian manometer, Tice yang mengamati perubahan flowmeter, saya yang menghitung waktu untuk menghitung volume air setiap 2 liter dibantu Iwit yang memegang stopwatch dan Taka sebagai cameraman.

Percobaan pertama pada pipa besar dengan 15 kali bukaan katup yang dilakukan 2 kali. Percobaan 1 dan 2 alhamdulillah lancar. Dilanjutkan percobaan pada pipa kecil. Pada saat hitungan percobaan ke 15, gelas ukur yang saya pegang lepas dari tangan dan PECAH!!! Kondisi tangan saya basah dan gelas ukurnya sudah licin karena sudah dari pagi digunakan. Panik dan kaget banget sampai lupa foto. Eh?

Saya pikir, “ya udah, ntar saya ganti aja. Paling harganya nggak sampai 200ribu”. Googling dan cari info harga gelas ukur 2500ml ternyata oh ternyata harganya jauh di luar pemikiran saya. Di salah satu website ditampilkan harganya Rp. 465.000. Alamaak! Mahal kaliiii T___T

Akhirnya nitip ke Tice dan Taka, setelah dicari informasi toko alat kesehatan terdekat, gelas ukur yang tersedia ukuran 2000ml saja dengan harga Rp. 925.000. Masyaallah. Gelas ukur yang kemarin-kemarin di lab cuma tergeletak di kolong kursi nggak ada yang peduli begitu, eh ternyata harganya segitu mahalnya. Makin lemes deh tuh. Saya sampai nggak enak hati sama Tice dan Iwit. Dan mereka memang adalah partner, mungkin lebih dari partner, (may I call you best friend, girls?) dengan sangat pengertian sekali nggak ngambek lho ke saya. Ya ampun, baik hati sekali kaliaaan. *berpelukaaan* Bahkan mereka bilang mau ganti itu gelas ukur dibagi tiga aja karena menurut mereka itu kan tanggung jawab bertiga. Kalau nggak ada gelas ukur lab pun kita toh tetep harus beli gelas ukur, katanya. Makin nggak enak lah hati ini. Huhuhu… Besok mau coba cari di pasar pramuka, kata pak Subandrio disana ada toko alat dan bahan kimia juga. Basmallah, semoga tidak mengecewakan kedua sahabat saya 🙂

Dan, sekian laporan untuk hari ini. Saya lebih lancar mengetik postingan ini dari pada mengetik draft skripsi saya sendiri. HAHAHA

25 hari lagi menuju tanggal 28 Desember 2012. Jadwalnya mengumpulkan draft skripsi sodara-sodaraaa… *mimisan segalon*

– Manjadda wajada –
Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil

Advertisements

Tuntaskan Skripsi #4 : Manjadda Wajada

Standard

Well, speechless yang ini bukan karena saking kagumnya tapi saking nggak tau mau jawab apa. Setiap kali ada yang nanya, “gimana skripsi, Win?”. Umm, biasanya saya masih bisa kalem jawab, “Mohon doanya, pak. Masih instalasi alat”. Nah, sekarang no more excuse, soalnya deadline semakin dekat dan saya belum punya data. Actually, instalasi alatnya pun masih dalam proses pengerjaan. Still? YES! Please don’t ask yah. I wanna cry. T____T

Dan sekarang setiap hari ada teman yang selalu nanyain dan saya yang sedang sensitif ini merasa semakin frustasi Hahaha. “Cieee… Winda udah selesai aja nih karya tulisnya. Udah beres lagi jurnalnya”. Aaaarrg! STOP, please! Ini bukannya membuat saya semakin termotivasi, tapi malah membuat saya semakin stres. Mamaaaaa…. T____T

Sementara menunggu alat sedang diinstalasi, saya mulai nyicil printilan-printilan untuk karya tulis. Seperti cover, kata pengantar, halaman persetujuan. Dari pada saya useless dan semakin frustasi, kan? Hahaha

Sekarang mari perbanyak berdoa dan minta doa ke orang tua. Setiap kali nelpon mama, pasti saya selalu bilang, “Mama, doain terus skripsi aku kan, ma?” Hehehe Tetap semangat! Kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa dan terus berusaha. Basmallah. 🙂

– Manjadda Wajada –
Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil

Tuntaskan Skripsi #3 : Instalasi Pipa itu Susah

Standard

Setiap kali mau update tentang skripsi, bawaannya deg-degan dan panik. T___T

Kemarin malam, mama saya telpon dan menanyakan ke anaknya yang cantik ini, “Gimana skripsi? Udah berapa persen? Kira-kira masih bisa sidang Desember ini?” JLEB! Dan tentulah jawaban saya seperti biasa, “Belum selesai, ma. Masih ngerjain instalasi alat. Ternyata masang pipa gitu nggak segampang yang dipikirkan. Mama doain terus kan yah? Doain biar bisa sidang Desember ini ya ma…”.

Saya memang kebanyakan minta didoain, ke semua orang yang nanyain skripsi saya selalu kalimat akhirnya saya minta didoain. Tapi saya sendiri usaha nggak? Hehehe Usaha dong! Memangnya leyeh-leyeh nunggu jadi aja. Ya enggak dong. *pasang ikat kepala*

Jadi hari ini saya, Erwita dan dua orang baik hati Taka dan Chan (adik kelasnya Erwita di poltek) mulai lagi instalasi pipa. Dan ternyata instalasi pipa itu nggak semudah yang saya bayangkan. Susah bangeeeett!! Saya sampai lemes karena sudah dua kali pipa yang kami instal tidak simetris dan patah sampai dua kali. Patah pertama, saya ketawa. Trus langsung kabur beli elbow lagi. Patah kedua, saya ketawa lagi sambil guling-gulingan di lantai.

Tadi targetnya instalasi harus selesai, tapi apa daya masih ada flange yang masih harus dibubut. Masih ada seal yang belum, manometer, dan beberapa printilan penting lainnya.

Oya, cuti saya masih sisa 4,5 hari lagi sampai 31 Desember 2012. Dan semoga masih cukup untuk kabur ke kampus menyelesaikan skripsi, amin.

Teman-teman, doakan saya yaahh, saya mau lulus sidang Desember 2012 ini. Doakan yahhhh… 🙂

Tuntaskan Skripsi #2 : Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

Standard

“Skripsi? Apa itu skripsi??”. Ini jawaban yang sering saya dengar setiap kali saya menanyakan skripsi kepada teman-teman seangkatan saya di kampus. Karena menurut beberapa teman saya, menanyakan skripsi di meja makan itu adalah kesalahan besar. Hanya akan membuat nafsu makan hilang. Hahaha Dia memang lebay. Saya juga sih. 😀

Terakhir update tentang skripsi saya di blog sekitaran 31 Agustus 2012 di post Tuntaskan Skripsi #1. Sudah hampir 2 bulan yah? My GOD!

Kalau di posting Agustus saya masih terlena libur lebaran, dan sekarang saya sudah mulai ada pergerakan. Walau sedikiiiit. 😀 Jadi, karena skripsi saya berhubungan dengan hasil penelitian, jadi saya dan the girls (Kartika & Erwita) harus membuat dulu instalasi pipa dan mulai ambil data setelah alat dapat berfungsi sesuai dengan keinginan. Alatnya memang belum jadi, tapi draft designnya sudah saya buat dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing saya. Hooray!

Untuk mencapai suatu tujuan, kadang memang harus selalu ada sedikit “kerikil”. Kalau mulus-mulus saja biasanya kita akan kurang merasa puas. Kalau dulu pas jamannya Tugas Akhir Diploma, ketika saya sudah mau mulai masuk ke BAB 4 dosen pembimbing saya harus ke Swiss selama 3 bulan padahal sudah mendekati batas waktu penyerahan draft karya tulis. Pada akhirnya mau tidak mau saya “dihibahkan” ke dosen pembimbing lainnya.

Nah, di skripsi kali ini “kerikil” pertamanya adalah laboratorium yang kita gunakan untuk instalasi alat akan dibongkar lantainya. Jadi semua barang-barang yang ada di lab dipindahkan termasuk alat saya. Nah lho? Mau dikemanain tuh alat? Dosen saya bilang, “kamu pindahin aja ke kosan”. Sudah pasti tidak mungkin karena instalasi alat saya ukurannya 2.5 meter x 0.5 meter x 1 meter. Dan tidak mungkin tetangga kosan mendengarkan suara pompa, air dan fluida lainnya berceceran dimana-mana. 😀

Dan selalu dibukakan jalan oleh Allah.SWT untuk orang-orang yang berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, the girls menemukan tempat yang tepat. Dimana? Akan saya ceritakan di post selanjutnya karena alatnya saja belum dipindahkan kesana. Setelah pindahan alat, akan saya update lagi 🙂 Yang jelas senin kemarin saya sudah berjam-jam bongkar frame untuk memudahkan memindahkannya. Doakan kami! 🙂

Iseng googling, nemu gambar ini. Hahaha
Gambar dari sini

Tuntaskan Skripsi #1

Standard

Tuh bener kan, wordpress kalo dibuka di kantor lemot banget. Kata temen “apanya kantor” yang gak cocok dengan “apanya wordpress” gitu. Hiks 😦 At least masih bisa dipake buat posting walaupun lemot. Kalau pun mau posting foto berarti harus dari internet kosan hehehe

Well, liburan berakhir, minggu depan mulai lagi kuliah. Kalau ngantor udah mulai dari senin kemarin. Eh by the way, Happy Eid Mubarak 1433H semuaaa… Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin 🙂

Tadi pagi saya dikagetkan oleh pertanyaan Robby, temen kantor yang sekarang sama-sama sedang berjuang skripsi di (insyaallah) semester terakhir. “Winda, skripsi kamu udah sampe mana?”. Saya langsung keringet dingin baru ngeh ternyata jadwal pengumpulan draft skripsi tanggal 28 Desember 2012. Berarti tinggal 4 bulan lagi!!! Saya dan genk Hore (Kartika & Erwita) akan membuat alat. My GOD! Tapi rancangan dan rangkaian alat aja belum. Saya sendiri bekerja pagi sampai sore. Kartika guru di SMK Depok dan Erwita part time guru bimbel. Sama-sama sibuk semua.

Baiklah, dengan Basmallah mari kita kembali berkejar-kejaran dengan waktu. Seperti dulu waktu jaman Tugas Akhir di Polman. Hehehe

Dan saya tanpa sengaja baca status bbm teman yang dia copy dari tweet Jamil Azzaini : @JamilAzzaini Guru ngaji sy berkata “gelar mungkin tak penting bagimu, tapi itu penting buat ortumu” #TuntaskanSkripsi

Saya JLEB banget bacanya dan menjadi motivasi buat saya. Basmallah, insyaallah dengan niat yang kuat, usaha yang maksimal, dan tentunya dengan berdoa meminta kepada yang Maha Baik, insyaallah saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Tetap optimis! 🙂