Karimun Jawa #2 : Snorkeling, Hiu, Lobster dan Bintang

Standard

Hari kedua di Karimun Jawa. Saatnya bergelut dengan laut! Yeaay!

Rencananya hari ini mau snorkeling dan diving, tapi divingnya gagal karena kami telat bilang sama pak Moko. Kata pak Moko, harusnya bilangnya dari semalem, biar disiapin tabung oksigen segala macemnya. Karena untuk mengisi tabung oksigen juga perlu waktu, begitu penjelasan beliau. “Atau kalian liburannya nambah sehari lagi aja”, kata pak Moko. HAHAHA mauuuu pak, tapi cutinya yang nggak bisa.

Dari subuh hujan lumayan deres. Kami sempet lama juga cengo nungguin hujan sambil berdoa. Kalau hujan, nggak mungkin bisa melaut hari ini. Alhamdulillah sekitar jam 8.00 WIB hujan reda, kami langsung ke dermaga. Walaupun sedikit kecewa karena nggak bisa diving, tapi masih bisa menikmati keindahan bawah laut Karimun Jawa dengan bersnorkeling. 😀

Di dermaga udah rame wisatawan yang nungguin dan siap melaut. Saya dan enam orang temen saya naik kapal pak Moko dengan tiga orang awak kapal. Setelah semua perbekalan dimasukkan ke dalam kapal, dan nggak lupa membeli roti kelapa buat dibagikan ke ikan-ikan kecil nantinya sesuai masukan pak Moko.

Berangkat, kapten!

Berangkat, kapten!

Yihaa! Luar biasa rasanya ketika kapal sudah mulai menjauh dari dermaga. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya hamparan biru air laut dan pulau-pulau di depannya. Subhanallah, saya senyum-senyum sendiri menikmati pemandangan yang begitu indah.

Sejauh mata memandang, biru dan indah. Subhanallah.

Ini Frita. Hehehe Sejauh mata memandang, biru dan indah. Subhanallah.

Mungkin sekitar 30 menit perjalanan, kami sampai di dekat pulau Cemara Kecil. Disini lah spot pertama snorkeling kami. Semua perlengkapan snorkeling sudah harus siap, snorkle, fin dan karena masih belum tau medan, saya masih menggunakan life jacket. Setelah mulai berenang dan mulai tau kedalaman lautnya, saya baru melepas life jaket. Subhanallah, luar biasa indahnya karang-karang di bawah laut Karimun Jawa. Ikan-ikan tidak terlalu beragam tapi banyak sekali. Ketika roti kelapa mulai disebar, ikan-ikan kecil tadi langsung mendekat dan mengerubungi sekitar kami.

Spot snorkeling pertama, Pulau Cemara Kecil.

Spot snorkeling pertama, Pulau Cemara Kecil.

Say Hi, Donny :D

Say Hi, Donny 😀

Saya mau ikutan narsis juga Hehehe Cheers! :D

Saya berasa yang di iklan RCTI okeee yang jadul itu 😀

Saya nggak memperhatikan jam, jadi nggak ingat berapa lama snorkeling disini, lama juga sih. Trus kapal disandar di pulau Cemara Kecil. Semua perbekalan dikeluarin sama awak kapal. Kami lanjut berenang di pinggir pantai, sementara awak kapal menyiapkan ikan bakar untuk makan siang.

Hei there!

Hi there!

Selamat makan siang. :9 Nomnomnom.

Selamat makan siang. :9 Nomnomnom.

Setelah selesai makan siang, perjalanan di lanjutkan ke spot snorkeling selanjutnya. Di spot kedua ini karangnya lebih bagus lagi dari yang sebelumya dan ikannya lebih banyak juga. Disini arusnya tidak setenang di spot sebelumnya. Jadi beberapa kali sedang snorkeling, taunya kebawa arus dan menjauh dari kapal. Trus sekuat tenaga berenang mendekat lagi ke kapal.

Spot Snorkeling kedua, pulau Cemara Besar. Btw, si AA ini foto underwaternya okeoke semua lho hahaha

Spot Snorkeling kedua, pulau Cemara Besar.
Btw, si AA ini foto underwaternya okeoke semua lho hahaha

Nisa & AA menyelam ke bawah kapal. Yang mereka pegang itu tali jangkar kapal.

Nisa & AA menyelam ke bawah kapal. Yang mereka pegang itu tali jangkar kapal.

Donny & Tata juga ikutan :D

Donny & Tata juga ikutan 😀

Mas ABK nya nggak kalah keren fotonya :D

Mas ABK nya nggak kalah keren fotonya 😀

Lalu kami dibawa ke tempat penangkaran hiu. Disini katanya hiu nya jinak, alias nggak makan orang, tapiiiii….. yang masuk ke dalam nggak boleh bau amis bekas pegang ikan, dan ada luka yang masih berdarah. Trus jangan terlalu banyak gerak juga, kata awak kapal. Kalem aja. Sebenernya sempet serem juga, tapi saya penasaran. Akhirnya, yang akhirnya nyemplung ke kolam hiu cuma saya dan Nisa. Lumayan lama juga nungguin hiu nya mendekat. Beberapa kali hiu nya mendekat. Deg-degannya lumayan, tapi harus tetap tenang. 😀

saya, Nisa dan om Hiu

Saya, Nisa dan om Hiu

Selesai dari penangkaran hiu, kami dibawa pulang lagi sama awak kapalnya. Seharusnya sih dibawa ke 3 -5  pulau dan ke Ujung Gelam yang katanya keren banget buat lihat matahari terbenam dari sana. Tapi apa daya, awak kapalnya agak payah nih. Kami kompain sama pak Moko, trus si awaknya diomelin :p

Dan hasil berenang seharian di laut. Jreng jreng jreeeeng! Tangan sama kaki langsung naudzubillah warnanya. Kalau muka jangan ditanya, merah kayak kepiting rebus! Tapi ini nih namanya liburan, kalo nggak item, nggak berasa liburannya 😀

Makan malamnya, kami udah niat banget mau merayakan liburan kami ini dengan makan seafood di alun-alun. Jadi, menu makan malam ini adalah lobster segede lengan dewasa, cumi-cumi dan ikan! Nyuuum :9 Lobster segede lengan ini Cuma Rp. 200.000 aja loh. Kalau dimasakin sama bapaknya jadi nambah Rp. 20.000 aja. Di Jakarta mana mungkin dapet semurah ini.

Selagi nunggu lobsternya dibakar, sambil tiduran di atas terpal di tengah alun-alun sambil liatin bintang aslinya asoy banget! Banyaaakk bintang! Jarang-jarang kan liat banyak bintang di Jakarta. Hahaha (norak ya gue?)

Dan lobster siap dihidangkan. Dalam sekejap lobster, cumi-cumi dan ikan ludes! Muahahaha Pulangnya pada tepar kecapean dan pusing kebanyakan makan seafood kayaknya 😀

AA dan om almarhum om Lobster. Siap disantap :9

Rest in Peace almarhum om Lobster. Siap disantap :9

(to be continued…)

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s