Tuntaskan Skripsi #2 : Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

Standard

“Skripsi? Apa itu skripsi??”. Ini jawaban yang sering saya dengar setiap kali saya menanyakan skripsi kepada teman-teman seangkatan saya di kampus. Karena menurut beberapa teman saya, menanyakan skripsi di meja makan itu adalah kesalahan besar. Hanya akan membuat nafsu makan hilang. Hahaha Dia memang lebay. Saya juga sih. πŸ˜€

Terakhir update tentang skripsi saya di blog sekitaran 31 Agustus 2012 di post Tuntaskan Skripsi #1. Sudah hampir 2 bulan yah? My GOD!

Kalau di posting Agustus saya masih terlena libur lebaran, dan sekarang saya sudah mulai ada pergerakan. Walau sedikiiiit. πŸ˜€ Jadi, karena skripsi saya berhubungan dengan hasil penelitian, jadi saya dan the girls (Kartika & Erwita) harus membuat dulu instalasi pipa dan mulai ambil data setelah alat dapat berfungsi sesuai dengan keinginan. Alatnya memang belum jadi, tapi draft designnya sudah saya buat dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing saya. Hooray!

Untuk mencapai suatu tujuan, kadang memang harus selalu ada sedikit “kerikil”. Kalau mulus-mulus saja biasanya kita akan kurang merasa puas. Kalau dulu pas jamannya Tugas Akhir Diploma, ketika saya sudah mau mulai masuk ke BAB 4 dosen pembimbing saya harus ke Swiss selama 3 bulan padahal sudah mendekati batas waktu penyerahan draft karya tulis. Pada akhirnya mau tidak mau saya “dihibahkan” ke dosen pembimbing lainnya.

Nah, di skripsi kali ini “kerikil” pertamanya adalah laboratorium yang kita gunakan untuk instalasi alat akan dibongkar lantainya. Jadi semua barang-barang yang ada di lab dipindahkan termasuk alat saya. Nah lho? Mau dikemanain tuh alat? Dosen saya bilang, “kamu pindahin aja ke kosan”. Sudah pasti tidak mungkin karena instalasi alat saya ukurannya 2.5 meter x 0.5 meter x 1 meter. Dan tidak mungkin tetangga kosan mendengarkan suara pompa, air dan fluida lainnya berceceran dimana-mana. πŸ˜€

Dan selalu dibukakan jalan oleh Allah.SWT untuk orang-orang yang berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, the girls menemukan tempat yang tepat. Dimana? Akan saya ceritakan di post selanjutnya karena alatnya saja belum dipindahkan kesana. Setelah pindahan alat, akan saya update lagi πŸ™‚Β Yang jelas senin kemarin saya sudah berjam-jam bongkar frame untuk memudahkan memindahkannya. Doakan kami! πŸ™‚

Iseng googling, nemu gambar ini. Hahaha
Gambar dari sini

Advertisements

4 responses »

    • Hahaha belum gw posting udah tau aja nih si Frans
      Iya Frans, pindah ke lab poltek nya jeng Tice am Jeng Iwit πŸ˜€
      Alat lo di kosan aman gak Frans? Ada rencana mau dipindah juga kah?
      (Curhat sesama korban penggusuran lab) Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s