Monthly Archives: October 2012

Tuntaskan Skripsi #3 : Instalasi Pipa itu Susah

Standard

Setiap kali mau update tentang skripsi, bawaannya deg-degan dan panik. T___T

Kemarin malam, mama saya telpon dan menanyakan ke anaknya yang cantik ini, “Gimana skripsi? Udah berapa persen? Kira-kira masih bisa sidang Desember ini?” JLEB! Dan tentulah jawaban saya seperti biasa, “Belum selesai, ma. Masih ngerjain instalasi alat. Ternyata masang pipa gitu nggak segampang yang dipikirkan. Mama doain terus kan yah? Doain biar bisa sidang Desember ini ya ma…”.

Saya memang kebanyakan minta didoain, ke semua orang yang nanyain skripsi saya selalu kalimat akhirnya saya minta didoain. Tapi saya sendiri usaha nggak? Hehehe Usaha dong! Memangnya leyeh-leyeh nunggu jadi aja. Ya enggak dong. *pasang ikat kepala*

Jadi hari ini saya, Erwita dan dua orang baik hati Taka dan Chan (adik kelasnya Erwita di poltek) mulai lagi instalasi pipa. Dan ternyata instalasi pipa itu nggak semudah yang saya bayangkan. Susah bangeeeett!! Saya sampai lemes karena sudah dua kali pipa yang kami instal tidak simetris dan patah sampai dua kali. Patah pertama, saya ketawa. Trus langsung kabur beli elbow lagi. Patah kedua, saya ketawa lagi sambil guling-gulingan di lantai.

Tadi targetnya instalasi harus selesai, tapi apa daya masih ada flange yang masih harus dibubut. Masih ada seal yang belum, manometer, dan beberapa printilan penting lainnya.

Oya, cuti saya masih sisa 4,5 hari lagi sampai 31 Desember 2012. Dan semoga masih cukup untuk kabur ke kampus menyelesaikan skripsi, amin.

Teman-teman, doakan saya yaahh, saya mau lulus sidang Desember 2012 ini. Doakan yahhhh… 🙂

GEA (GASTROENTERITIS AKUT)

Standard

Setelah tepar dua hari di kosan, akhirnya hari ini ngantor juga. Yeay!

Jadi selasa pagi pas mau mandi, saya mulai muntah-muntah dan buang air besarnya cair (maaf). Kepala mulai kleyengan. Saya pikir, sepertinya nggak apa-apa, nanti siang juga baikan. Dan saya kekeuh ke kantor (semoga bos saya baca postingan ini) *ngarep* hehehe Sampai di kantor bukannya baikan, saya malah makin sering bolak-balik toilet dan semakin pusing. Akhirnya saya memutuskan untuk ijin ke bos dan langsung ke rumah sakit. Sampai rumah sakit, saya rasanya sudah mau pingsan. Disuruh isi formulir asuransi saja tangan saya sudah gemeteran dan akhirnya minta bantuan petugasnya. Alhamdulillah saya nggak antri ke dokter umumnya. Setelah diperiksa, dokter umumnya menyarankan saya untuk diinfus karena saya sudah dehidrasi. Dan nggak usah ditanya lagi gimana rasanya diinfus, seumur-umur baru dua kali diinfus dan nggak ada yang nggak sakit rasanya!

Saya sudah deg-degan aja tuh. Ini saya akan dirawat inap atau tidak? Kalaupun disuruh rawat inap, sepertinya saya mau ngeles gimanapun caranya agar nggak rawat inap. Jangankan rawat inap, baru masuk UGD pas mau diinfus saja saya sudah muntah. Bau lantai rumah sakit kan nggak enak dan bikin mual. Alhamdulillah pas sudah selesai diinfus dan disuntik obat-obatan, saya sudah mulai merasa lebih baik dan diijinkan pulang.

Diagnosa dokter, saya sakit GEA (GASTROENTERITIS AKUT) sejenis diare akut. Kata dokternya, penyebabnya karena infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, parasit ataupun virus. Nah lho, saya kemarin makan apa coba? Saya makan ayam rica-rica, tapi temen saya yang lain yang makan ayam rica-rica nggak apa-apa tuh. Berarti memang kondisi tubuh saya yang sedang tidak fit dan mudah diserang oleh bakteri tersebut. Akibatnya, saya diare, muntah dan demam.

Alhamdulillah, hari ini sudah merasa lebih baik. Sudah tidak membuat orang rumah panik lagi. Maaf sudah merepotkan orang-orang disekitar saya. Makasih mbak Kiki sudah masakin bubur 🙂 Si Meng langsung serius googling cari info catering  harian yang bisa delivery ke kantor saya. Hahaha Maacih, Meng! 🙂

Tuntaskan Skripsi #2 : Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir

Standard

“Skripsi? Apa itu skripsi??”. Ini jawaban yang sering saya dengar setiap kali saya menanyakan skripsi kepada teman-teman seangkatan saya di kampus. Karena menurut beberapa teman saya, menanyakan skripsi di meja makan itu adalah kesalahan besar. Hanya akan membuat nafsu makan hilang. Hahaha Dia memang lebay. Saya juga sih. 😀

Terakhir update tentang skripsi saya di blog sekitaran 31 Agustus 2012 di post Tuntaskan Skripsi #1. Sudah hampir 2 bulan yah? My GOD!

Kalau di posting Agustus saya masih terlena libur lebaran, dan sekarang saya sudah mulai ada pergerakan. Walau sedikiiiit. 😀 Jadi, karena skripsi saya berhubungan dengan hasil penelitian, jadi saya dan the girls (Kartika & Erwita) harus membuat dulu instalasi pipa dan mulai ambil data setelah alat dapat berfungsi sesuai dengan keinginan. Alatnya memang belum jadi, tapi draft designnya sudah saya buat dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing saya. Hooray!

Untuk mencapai suatu tujuan, kadang memang harus selalu ada sedikit “kerikil”. Kalau mulus-mulus saja biasanya kita akan kurang merasa puas. Kalau dulu pas jamannya Tugas Akhir Diploma, ketika saya sudah mau mulai masuk ke BAB 4 dosen pembimbing saya harus ke Swiss selama 3 bulan padahal sudah mendekati batas waktu penyerahan draft karya tulis. Pada akhirnya mau tidak mau saya “dihibahkan” ke dosen pembimbing lainnya.

Nah, di skripsi kali ini “kerikil” pertamanya adalah laboratorium yang kita gunakan untuk instalasi alat akan dibongkar lantainya. Jadi semua barang-barang yang ada di lab dipindahkan termasuk alat saya. Nah lho? Mau dikemanain tuh alat? Dosen saya bilang, “kamu pindahin aja ke kosan”. Sudah pasti tidak mungkin karena instalasi alat saya ukurannya 2.5 meter x 0.5 meter x 1 meter. Dan tidak mungkin tetangga kosan mendengarkan suara pompa, air dan fluida lainnya berceceran dimana-mana. 😀

Dan selalu dibukakan jalan oleh Allah.SWT untuk orang-orang yang berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, the girls menemukan tempat yang tepat. Dimana? Akan saya ceritakan di post selanjutnya karena alatnya saja belum dipindahkan kesana. Setelah pindahan alat, akan saya update lagi 🙂 Yang jelas senin kemarin saya sudah berjam-jam bongkar frame untuk memudahkan memindahkannya. Doakan kami! 🙂

Iseng googling, nemu gambar ini. Hahaha
Gambar dari sini

STOP KEPO!

Standard

Saya mungkin adalah orang yang sering nggak update dengan informasi di sekeliling saya. Umm, let’s say gossip. Contohnya : saya seringnya baru tahu temen-temen saya mau resign pas hari H dia kirim farewell email. Atau dikasih tahu teman.

Temen : “Si X pindah kemana sih?”
Saya : “Eh? Emang dia mau resign?”
Temen : “Yee, udah dari sebulan yang lalu kali gossipnya”.

Temen : “Si X kan udah putus dari pacarnya”
Saya : “Masa? Gue yang sedepartemen aja nggak tau”.
Temen : “Yaelah, udah dari bulan kapan”.

Temen : “Eh, si X pindah ke perusahan Y, jadi engineer sekarang. Gajinya Rp. XXX lho! Keren yah?”
Saya : “Kok lo ampe tahu ampe gajinya segala sih?”
Temen : “Gue nanya lah”.

Gila yah, sedetail itu kah? Ampe nanyain gaji segala?? Yassalam. Itu kan confidential banget.

Kenapa sih ada orang yang selalu ingin tahu urusan pribadi orang lain? Kayaknya tuh nggak tenang aja kalau lihat orang bisik-bisik atau angkat telpon. Bukannya sok-sokan, tapi apapun itu kan urusan pribadi masing-masing. Buat saya pribadi, selama tidak mengganggu saya, ya silahkan saja mau orang-orang punya rahasia segimana juga. Toh, nggak menyakiti dan merugikan saya. Dan yang membuat saya tidak suka mikirin dan ikut campur urusan orang lain adalah “Saya nggak mau urusan saya dicampuri orang lain, maka saya juga tidak akan mencampuri urusan orang lain”. Lagian ngapain sih mikirin urusan orang, memangnya urusan situ udah kelar? Nambah pusing aja kan? Mending urus urusan sendiri. Nggak ada untungnya tahu urusan orang lain. Serius.

Ngomong-ngomong tentang kepo gaji, Mama saya sendiri nggak tahu gaji saya berapa. Karena mama saya sama seperti saya, menurut dia itu cukup jadi rahasia saya saja. Dia nggak pernah nanya. Karena dia menghargai saya.

Sekarang lagi seringnya dicurigai kalau tetiba ada temen yang terima telpon trus keluar ruangan. Pasti dituduh telpon interview perusahaan lain. Mungkin memang ada yang seperti itu, tapi nggak semua yang menerima telpon di luar ruangan berarti telpon interview. Trus kalau tetiba ada yang nggak masuk kantor, seperti saya yang sering tiba-tiba cuti karena ada urusan skripsi ke kampus, pasti besoknya pas masuk ditanya, “Gimana interviewnya kemarin, Win?”. Meh! Saya biasanya jawab lempeng, “Lancar jaya!” 😀

Dear kepoers,
Sudahi kebiasaan kepo anda, sesungguhnya kepo bukanlah sebagian dari iman.

STOP KEPO!