Commuter Line #1 : Kentut

Standard

Pagi itu saya bangun kesiangan, biasanya saya naik Commuter Line atau yang biasa kita sebut KRL (Kereta Listrik) jam 5.38 di stasiun Universitas Indonesia menuju Sudirman, Nah karena kesiangan saya naik KRL 06.06 di stasiun dan tujuan yang sama. Walaupun bedanya cuma 28 menit, tapi jumlah penumpangnya beda jauh, KRL jam 06.06 ini jauh lebih padat dari yang biasa saya naik jam 5.38, ini juga alasan kenapa saya prefer bangun lebih pagi daripada berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.

Sampai di stasiun Cawang, penumpang sudah mulai turun. Ketika mulai jalan lagi menuju stasiun Tebet, tiba-tiba ada aroma tidak sedap khas aroma sakit perut mules. Yuks! Saya dengan refleks menutup hidung saya dengan jaket yang saya pegang. Bukan hanya saya, mbak-mbak yang berdiri di sebelah saya juga menutup hidungnya. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa. Kalau benar itu bau kentut salah seorang penumpang, itu luar biasa membuat saya eneg pagi itu. Tidak hanya sekali, waktu KRL berhenti di stasiun Tebet, aroma yang sama kembali merebak. Aiiih! Ini sepertinya yang menebar aroma benar-benar sudah tidak sanggup menahan hasrat ingin kentutnya.

Seperti apa baunya?
Hmm sepertinya seseorang sedang mules, malemnya mungkin seseorang itu sudah melahap mie rebus super pedas atau mungkin kripik super HOT dan benar-benar sudah tidak tahan lagi ingin ketemu toilet.

Yuks! Mengingat-ingat kembali saya jadi geli sendiri 😀

Advertisements

One response »

  1. Pingback: Commuter Line #2 : Pak Ismail « Crabbed Handwriting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s