Monthly Archives: June 2012

Ujung Genteng #1

Standard

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu untuk ngeblog lagi. Setelah 3 minggu nggak berhenti sama sekali kerjaan yang dateng. Dan hari ini lumayan santai bisa curi waktu buat ngeblog 🙂

Saya akan berbagi cerita trip saya dan DEB ke Ujung Genteng 15 Juni – 17 Juni 2012. Akan saya bagi menjadi beberapa postingan karena curi-curi jam kerja buat nulisnya 😀

Ohya, DEB ini singkatan dari Design Engineering kelas B. Dulu saya dan teman-teman DEB ini dari awal tahun pertama sampai tahun ketiga lulus dari Polman Bandung selalu bersama-sama dan tidak terpisahkan. Tsah! Maklum, karena kita kuliahnya dulu udah kayak sekolahan, dari jam 7 pagi sampai jam 9 malem ketemu hampir setiap hari. Bahkan dari jam 7 pagi sampai paginya lagi udah jadi kebiasaan pas jamannya Tugas Akhir. Jadi beginilah, terlalu banyak cerita membuat kami lengket seperti amplop dan perangko yang ditempel pake super glue. *lebayatun*

Jadi tujuan liburan kali ini ke Ujung Genteng, Sukabumi. Saya bersama teman-teman DEB sudah mempersiapkan trip kali ini sebulan sebelumnya.Awalnya yang akan berangkat itu ada 13 orang, akan menggunakan dua mobil, mobilnya Hedi & Bman. Semakin mendekati hari H anggota berkurang, bahkan pas hari H aja ada yg mengundurkan diri. Nah jadilah yang berangkat itu cuma 6 orang. Berkurang lebih dari setengahnya! (Hanya ada di DEB). Jadi yang berangkat saya, Citra, Hedi, Budiman, Dino dan Boim.

Berangkat tanggal 15 Juni 2012, meeting point di KM 57 arah Bandung. Dipilih KM 57 arah Bandung karena nantinya kita akan lewat Cianjur bukan Ciawi. Menurut informasi dari orang kantor yang orang Sukabumi, weekend Ciawi macetnya parah. Lebih baik lewat Cianjur.

Kami jadinya menggunakan mobil Bman. Bman berangkat dari Bandung. Saya dari Jakarta Selatan. Citra dari Jakarta Timur, Hedi dan Boim dari Karawang, Dino dari Cibubur. Saya sendiri dari kantor nebeng pak Denil karena beliau pulang melewati KM 57 😀

Selesai sholat dan makan di KM 57, kami langsung berangkat sekitar jam 20.30. Karena ada 3 orang driver, jadi yang nyetir duluan Hedi dari KM 57 sampai Cianjur. Dari Cianjur sampai Ujung Genteng yang nyetirnya Boim. Saya? Tidur :p Kami melewati dua kali jalan yang  parah. Jadi kalo mau ke Uung Genteng itu ada tiga alternatif jalan dari Cianjur. Karena kami mengikuti GPS, GPS mengarahkan kami ke jalan yang jarak tempuhnya paling dekat.

Alternatif pertama, saya lupa itu daerah mana, tapi sebelum masuk Surade. Udah sekitar 3.5 KM jalan, jalannya parah dan tanjakannya ekstrim. Teriosnya si Bman udah bau kopling, semua yang tidur langsung bangun. Citra komat-kamit membuat saya ikutan panik Hehehe Kami mundur sampai pertigaan belokan tadi dan nanya ke bapak-bapak yang sedang nonton bola di warung. Mereka menunjukan jalan alternatif 2, menurut mereka jalannya lumayan bagus dan terios bisa lewat sana.

Setelah jalan sektiar 1 KM di jalan alternatif 2, ternyata jalannya sama parahnya dengan jalan alternatif 1 tadi. Nggak mau terlalu jauh, untungnya kami ketemu lagi warung yang ada akang-akang yang sedang nonton bola di warung. Kami dikasih tau jalan besar yang melewati Surade. Jalan ini memang agak lebih jauh jaraknya dari jalan alternatif 1 dan 2, tapi relatif lebih bagus.

Alhamdulillah, sampai Surade jam 6 pagi. Sholat Subuh dulu di mushalla SPBU Surade yang depannya ada GOR Surade. Ohya, disini nih saya udah kebelet pipis banget. Saya kebelet pipis dari jam 5 pagi!!!

Pas saya tanya sama si Boim,

Winda : “Im, cari mushalla dong, kebelet pipis nih sekalian sholat subuh”. Dijawab sama si Boim : “Entar aja Nda pas nyampe Surade, deket lagi kok”
Winda : “Berapa KM lagi?”
Boim : “3 KM lagi paling”

Pas di jalan setiap mushalla dilewatin aja sama si Boim karena ngebut. Di pinggir jalan, saya lihat ada tulisan, ”SURADE 33KM”

Si Boim tipuuuu!!!

K 21 T for Shell-Eco Marathon Asia 2012

Standard

I was so SURPRISE when a friend of mine told me that our friends from our beloved campus Politeknik Manufatur Negeri Bandung joining the Shell-Eco Marathon Asia 2012. They named that car K 21 T. K stands for Kanayakan 21. It’s address of our campus 🙂 So PROUD of them! 🙂

And here we go!

3D Design

Hii there, I’m the K21T car

Ready fot the Competition

Competitor from all ASIA

For more information and more pictures, please visit our page and support us by giving your thumb on K21T page for making us become the best people choice in Shell-Eco Marathon Asia 2012 in Sepang International Circuit, malaysia, July 4th-7th 2012…

Please like the page, and share it..
thank you.. 🙂

Click this link http://www.facebook.com/pages/K-21-T/303181623067939

POLMAN PASTI BISA! 🙂

Bapak SLAMET atau Bapak SAFETY ???

Standard

Baru saja saya membaca komentar teman di salah satu page facebook. Dia mengomentari penggunaan nama institusi almamater kampus kami untuk pendaftaran keikut sertaan salah satu ajang kompetisi. Peserta atau teman-teman yang ikut serta dalam kompetisi tersebut mendaftarkan nama almamater kami setelah diterjemahkan. Nama resminya adalah Politeknik Manufatur Negeri Bandung menjadi Bandung Polytechnic for Manufacturing.

Komentar teman saya begini, “Nama kampus kita yang resmi itu apa sih? Politeknik Manufaktur Negeri Bandung atau Bandung Polytechnic for Manufacturing atau Bandung State of Polytechnic for Manufacturing?”

Saya jadi ingat obrolan dengan dosen saya di kampus. Kata beliau, “Nama insitusi maupun nama orang itu tidak boleh diterjemahkan. Misal UNIVERSITAS INDONESIA ya tetap ditulis UNIVERSITAS INDONESIA, bukan UNIVERSITY OF INDONESIA. Kalau seandainya boleh diterjemahkan, maka yang namanya bapak SLAMET akan ganti nama dengan bapak SAFETY”.

Masuk akal juga sih yah.
Saya pribadi lebih bangga dengan nama POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG.
Cuma untuk sharing aja. No offense. 🙂

Silahkan berkunjung ke page facebook Kanayakan 21 dalam kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2012.

POLMAN pasti bisa! 🙂

Commuter Line #1 : Kentut

Standard

Pagi itu saya bangun kesiangan, biasanya saya naik Commuter Line atau yang biasa kita sebut KRL (Kereta Listrik) jam 5.38 di stasiun Universitas Indonesia menuju Sudirman, Nah karena kesiangan saya naik KRL 06.06 di stasiun dan tujuan yang sama. Walaupun bedanya cuma 28 menit, tapi jumlah penumpangnya beda jauh, KRL jam 06.06 ini jauh lebih padat dari yang biasa saya naik jam 5.38, ini juga alasan kenapa saya prefer bangun lebih pagi daripada berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.

Sampai di stasiun Cawang, penumpang sudah mulai turun. Ketika mulai jalan lagi menuju stasiun Tebet, tiba-tiba ada aroma tidak sedap khas aroma sakit perut mules. Yuks! Saya dengan refleks menutup hidung saya dengan jaket yang saya pegang. Bukan hanya saya, mbak-mbak yang berdiri di sebelah saya juga menutup hidungnya. Saya tidak mau menuduh siapa-siapa. Kalau benar itu bau kentut salah seorang penumpang, itu luar biasa membuat saya eneg pagi itu. Tidak hanya sekali, waktu KRL berhenti di stasiun Tebet, aroma yang sama kembali merebak. Aiiih! Ini sepertinya yang menebar aroma benar-benar sudah tidak sanggup menahan hasrat ingin kentutnya.

Seperti apa baunya?
Hmm sepertinya seseorang sedang mules, malemnya mungkin seseorang itu sudah melahap mie rebus super pedas atau mungkin kripik super HOT dan benar-benar sudah tidak tahan lagi ingin ketemu toilet.

Yuks! Mengingat-ingat kembali saya jadi geli sendiri 😀