Boleh nggak? Boleh saja, tapi…

Standard

Setiap ada teman dengan nama yang aneh (baca: alay) yang add contact Blackberry Messenger (BBM) saya, namanya selalu saya ganti menjadi nama normal (baca: tidak alay). Tapi kan tetap ada di recent updates kalau mereka mengganti namanya, walaupun di contact saya tidak berubah, tetap dengan nama yang sudah saya ganti normal tadi.

Kadang ada saya yang menarik perhatian saya, contohnya mengganti namanya dengan nama panjang lengkap dengan title/gelarnya, misal si Mawar (bukan nama sebenarnya). Dia menggunakan nama Mawar Melati, SE. Ya, we knew that she’s an economy graduate. Dan, tidak hanya di facebook, ada juga lho teman yang menggunakan nama seperti itu, seperti si Pohon (bukan nama sebenarnya). Dia menggunakan nama Pohon Jati, S.Pd. Kita langsung mengerti dia adalah sarjana pendidikan.

Jadi, sebenarnya boleh nggak menggunakan title gelar? Boleh saja, tapi pada tempat yang tepat.Karena menurut saya pribadi, gelar seperti itu tidak cocok digunakan di social network. Karena social network yah nggak serempong itu dan tidak seformal itu. Tapi ini pendapat saya lho ya. Saya tidak melarang, karena itu kan accountnya situ juga ya terserah situ yang punya account hehehe

Di perusahaan besar saja, nggak ada lho yang pake title/gelar begitu di belakang namanya, mulai dari karyawan biasa seperti saya, sampai presiden direkturnya. Nama saya yang karyawan biasa tetap saja akan ditulis Winda Wulandari saja di setiap arsip apapun. Dan CEO perusahaan saya juga begitu, tetap saja cuma nama tok dia. Biasanya nama dengan title/gelar panjang seperti itu digunakan di dunia pendidikan atau mungkin di dunia perPNSan. Cmmiw

PS : Kalau di account twitternya dia pake gelar panjang gitu, dari 140 karakter yang tersedia, mungkin 20-25 karakter  udah kepake untuk id nya doang :p

Well, baiklah, segitu dulu deh dari saya yang suka memikirkan hal tidak begitu penting ini. Saya Prof. Dr. Hj. Winda Wulandari. ST, MT (eh bener gak sih pemulisannya? :p), pamit dulu. Selamat berhari pekan! 😉

Advertisements

4 responses »

  1. Sebenarnya nama asli yang jelas tanpa gelar adalah yang terbaik, selain memudahkan mencari di daftar yang panjang, semuanya tampak legeartis. Tidak membingungkan, tidak kurang, dan juga tidak berlebihan. Bukankah itu fungsi sebuah profil kontak? :).

    • setuju banget, mas Cahya. Kebayang gimana kalo nama pereka pakai gelar semua di depan, pas mau di bikin list, dan susah nya minta ampun kan nyari nya. Misal, Prof Dr. Blablabla, ST. Pas di search gitu, susah kan yaahh kalo orang-orang nggak tau gelar lengkapnya 😀

  2. mungkin itu akunnya buat keperluan profesional. tapi selain dari itu sih kayaknya emang gak perlu2 amatlah make gelar di belakang nama.
    tapi yah itu kembali ke pribadi masing2 yah.. <- komen ala artis

    • umm, kalo namanya di BBM account kira-kira penting nggak yah? *mikir*
      Yah, seperti yang mas Ilham bilang, itu kembali ke pribadi masing-masing dan bukan urusan kita. (Lha, ini ngapain posting kalo nggak saya nggak peduli) hehehe << komen sok keartisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s