Naik apa di Jakarta?

Standard

Jakarta buat saya,
Berangkat ketika matahari belum muncul dan pulang ketika matahari sudah terbenam.
Berangkat ketika masih gelap dan pulang ketika sudah gelap.

Mungkin saya terkesan hiperbola atau berlebihan. Tapi ini benar. Saya selalu berangkat jam 5.20 dari kosan ke stasiun agar tidak ditinggal commuter line = CL atau biasa disebut juga kereta listrik = KRL. Kenapa saya naik CL jam 5.39 pagi? Karena saya tinggal di Depok dengan jarak tempuh sekitar 40-50 menit dengan CL, ini kalo CL nya lagi lancar nggak ada delay dan gangguan.

Sebenarnya saya bisa aja naik CL jam 6 atau jam 7.30 karena jam masuk kantor saya flexible. Tapi saya lebih memilih berangkat jauh lebih pagi, karena kalau saya naik CL yang jam 6 dan setelahnya, ya saya harus dengan ikhlas berdesak-desakan dengan penumpang lainnya kayak ikan pepes. Mending berangkat subuh sekalian, lagian kan pulang kantornya bisa lebih cepet dan langsung ke kampus πŸ˜€ (selalu ada udang dibalik batu)

Kalau soal transportasi umum yang akrab dengan saya hampir setiap hari,
1. Commuter Line. Karena memang harus naik ini berangkat – pulang dari kantor. Naik bis ke kantor? No thanks! Macet banget, even masih subuh begitu. Dan saya memang gampang ngantuk kalo lagi naik motor, mungkin karena ditiup angin sepoy-sepoy. Jadi, berbahaya.

2. Busway. Nah ini juga pilihan saya. Lumayan, bisa lebih cepet dari naik taksi kalo lagi macet. Soalnya ada jalur sendiri, andaikan pengguna jalan lainnya tau yang mana yang jalur busway dan jalur kendaraan lainnya. Busway akan lancar terus mungkin, dan nggak terjadi penumpang yang numpuk di shelter-shelter. Paling nggak tahan kalo menuju tempat yang jauh tapi harus berdiri dan cuma pegangan ke hand railnya. Pegel banget soalnya kaki, pinggang sama tangan.

3. Taksi. Naik taksi di Jakarta ada enak ada juga enggak. Kalau lagi buru-buru dan lagi bawa bawaan yang banyak, ya enak naik taksi lah ya. Tapi kalo Jakarta lagi kambuh macetnya apalagi pas musim hujan, terima aja deh dompet terkuras harus bayar taksi 😦 Tapi memang sangat membantu. Walaupun ada beberapa supir taksi yang kadang rese, such as ngomel-ngomel pas macet, pura-pura nggak tau jalan, dll. Kadang mau ngomel-ngomel, saya suka nggak tega walaupun sebenernya sudah kesal πŸ˜€

4. Ojeg. Ini dia si lincah di dalam kemacetan. Harus pinter-pinter nawar. Kalo lagi sok jaul mahal, apalagi pas macet parah, pas busway nggak muncul-muncul sementara penumpang udah numpuk, mulai deh si abang-abang ojeg ini jual mahal πŸ˜€ Ya, namanya juga butuh, banyak aja yang naik ojeg daripada ngantri nggak jelas ampe si busway muncul. πŸ˜€

Sementara ini saya paling sering ketemu dengan keempat transportasi umum di atas. Tapi yang paling serem itu kalo Commuter Line lagi banyakΒ menye-menyeΒ nya. Yang namanya telat lah, yang namanya ada gangguan, dan ada kereta yang dibatalkan, ini nih yang paling saya dan penumpang CL takutkan. Soalnya males banget kan harus ke Depok dari Sudirman naik taksi atau naik metromini atau bus. Ngebayanginnya aja males. πŸ˜€

Transporasi umum di Jakarta ini sangat membantu. Membantu mengurangi kemacetan lalulintas, mengurangi polusi, mengurangi penggunaan BBM, mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, dll. Kembali ke diri kita sendiri dan pemerintah tentunya agar transportasi umum di Jakarta nyaman dan berasa praktisnya untuk penumpang. Karena saya sendiri contohnya bisa menghabiskan sekitar 2- 3 jam di jalan. Jadi saya merasa ingin kenyamanan selama saya di transportasi umum tersebut.

Dan untuk pengguna kendaraan pribadi, nggak ada salahnya sekali-sekali coba dulu menggunakan transportasi umum. Selain irit bensin dan nggak usah bayar joki 3 in 1 lagi kan πŸ˜‰

Memang ngomong gampang yah, tapi nggak ada salahnya kita mulai menggiatkannya πŸ™‚

image :Β http://newgrafitimakmu.blogspot.com

Advertisements

One response »

  1. Pingback: Commuter Line #2 : Pak Ismail « Crabbed Handwriting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s