Monthly Archives: September 2011

I named him “IKRAM”

Standard

Semalem saya mimpi punya bayi laki-laki. I named him “IKRAM”. Jadi sebenarnya di mimpi itu bukan saya yang melahirkan. Jadi saya lihat langsung ada perut yang dibedah. Ya, bayi itu lahir secara caesar. Entah dari perut siapa. Entah dari perut saya atau siapa. Sepertinya bukan perut saya, soalnya saya sambil berdiri lihat perut itu dibedah. Tapi entah kenapa lagi, itu jadi bayi saya.

Nama IKRAM itu juga sebenarnya bukan saya yang kasih secara langsung. Jadi di mimpi itu, tiba-tiba ada selembar kertas putih yang ditulis tangan, “IKRAM”. Penasaran, barusan langsung saya googling,. “IKRAM” itu artinya “memuliakan”. Subhanallah.

Baiklah, sekarang saya terharu. 🙂

FYI, saya belum menikah, tapi alhamdulillah sebelum saya menikah dan merasakan melahirkan, saya sudah merasakan kebahagiaan memiliki seorang buah hati. Di mimpi saja, saya sudah sangat bahagia, apalagi ibu-ibu yang sudah benar-benar menjalaninya yah. Subhanallah 🙂

Oiya, mimpinya memang cuma sampai disana, saya keburu bangun.

Advertisements

Air Bersih. Alhamdulillah yah.

Standard

Alhamdulillah yah. Sesuatu. Ini kalimat syukur yang sekarang lagi ngetrend karena Syahrini yang katanya sering banget mengulang kalimat ini. Gue pun sekarang jadi latah sama kalimat ini. Dikit-dikit gue sering mengucapkan, “Alhamdulillah yah. Sesuatu”. Dan sebenarnya ini bagus banget. Mengucap syukur yang seharusnya memang kita ucapkan.

Tapi posting gue kali ini bukan membahas tentang kalimat “Alhamdulillah yah. Sesuatu” – nya Syahrini. Tapi benar-benar bersyukur akhirnya keran air di kamar mandi yang ada di dalam kamar gue (rempong bener yak?) udah mengalir lagi airnya. Jadi ceritanya pas gue pulang kuliah, kok air yang mengalir dari shower kecil banget. Pake keran yang di bawah shower yang buat wudhu pun sama aja. Alhasil gue mandi amat sangat lama karena air yang mengucur kecil.

Pas mau wudhu sholat isya, tiba-tiba si keran air udah nggak mengucur lagi alias mati dua-duanya. Baik itu keran buat wudhu sama shower. Akhirnya gue telpon mas Dani, asistennya bapak Kosan. Si mas Dani yang serba bisa ini pun datang sejam kemudian. Dia cek ke kamar anak kos kamar sebelah, lancar-lancar aja. Penasaran, dia nyari kunci buat bongkar itu keran air gue. Gue udah deg-degan aja. Alamat nggak mandi nih besok pagi, pikir gue.

Dengan sense a’la si serba bisa itu, si mas Dani muter-muter sejenis switch yang ada sekitar 20cm di atas keran shower yang warna merah. Taraaa!! Airnya mengucur lagi. Alhamdulillah yah. Sesuatu. Ini gue beneran bersyukur, bukan buat konyol-konyolan. Bersyukur banget gue. Akhirnya besok bisa mandi. Ternyata switch yang warna merah itu kata mas Dani buat nyetel  air yang ngalir ke keran air dan shower. That’s simple. Nggak butuh kunci inggris sekalipun. Cukup memutar-mutar switch merah itu aja. Dan memang ternyata switch itu udah dol. Jadi longgar dan bisa berputar sendiri yang mengakibatkan air yang mengalir ke keran dan shower berhenti.

Dari kejadian tadi, gue jadi inget pas lebaran kemarin. Di daerah gue lagi musim kemarau, kata mama udah lebih dari 3 bulan nggak hujan-hujan. Akhirnya selama di rumah kemarin gue mandi mengungsi ke rumah alm. nenek yang pas di depan rumah kita. Soalnya di rumah nenek ada sumur gali yang air nya dipompa naik pake motor. Agak bau tanah memang, makanya nggak dipake buat minum. Buat minum kita tetap menggunakan air PAM yang dateng sekali seminggu ke rumah-rumah penduduk. Jadi memang tidak disediakan pipa panjang untuk menyalurkan air ke rumah penduduk. Menurut gue sih itu alesannya karena nggak mau ntar penduduk jadi maruk air sendiri. Kalo menggunakan pipa panjang yang langsung ke tempat penampungan air penduduk jadi seenaknya mengambil air. Padahal persediaan air terbatas. Nah, karena nggak ada pipa panjang itulah, akhirnya serumah mengangkut air dari depan rumah ke kamar mandi. Yah, lumayan lah. Dari depan rumah gue ke kamar mandi sekitar 20-25 meter.

Kebayang banget kalau bukan lebaran pasti mama gue mengangkut air sendiri. Pas lebaran aja nih, ada gue, mama, tante, sama om gue aja, ada kali sejam lebih. Luar biasa banget.

Dan gue juga baru baca status facebook dari sahabat gue Ayu, dia bilang air minum galon yang biasanya dia beli Rp.13.000, karena musim kemarau ini harganya jadi Rp.17.000. Wow! Jadi sadar gue betapa pentingnya air bersih.

Intinya adalah mari kita hemat dalam menggunakan air bersih. Mulai sekarang kalau pas wudhu di kantor, gue biasanya yang membiarkan air mengucur sia-sia gitu aja, gue janji akan jadi lebih peduli. Pas gue lagi sikat gigi yang biasanya gue biarin aja air mengucur dari keran, sekarang gue harus matiin. Sepele memang. Tapi efeknya luar biasa.

Dan mari terus menjaga alam dan kekayaan alam kita demi masa depan kita dan anak cucu kita 🙂

Alhamdulillah yah. Sesuatu.

Gambar dari :
http://lidwinahana.blogspot.com/2010/05/tindakan-nyata-untuk-pelestarian-hutan.html

http://mehandwriting.blogspot.com/2010/10/hemat-air-yuk.html

Waiting Assignment – Part 2

Standard

Atas permintaan teman-teman yang berpartisipasi, gue disuruh posting foto yang pasangannya Wahyu Chan. Sebenernya gue nggak tega, apa daya permintaan tinggi. :p

Dan ini lah sebenarnya pasangannya Wahyu Chan, jreng jreng jreeenng… Kita sambut Reza Chan!!!

Duo Chan. cling cliiing... 😉

Ini balasan dari Reza Chan. Sejak kapan gue bisa nari betawi?? Hahaha

Dan yang terakhir ini yang paling nggak mau gue posting. Ini paling nggak enak. Tapi kemarin gue dipaksa oleh para korban untuk posting. Biar adil katanya. Baiklah!

Balasan dari Dafi. Dia nggak terima gue "mirip" sama Dian Sastro. :p

Waiting Assignment – Part 1

Standard

Kegiatan untuk mengisi waktu luang selama mati gaya alias kerjaan lagi kosong. :p

Briptu Norman siap-siap punya saingan.

Office Rangers. Bertanggung jawab atas keamanan Landmark Building. (Baca : Security) Ups!

Wahyu Chan. Berniat untuk bergabung dengan Duo Maia.

Reza Irama. Beda bapak dan beda ibu dengan Ridho Roma. Gak bohong gue. Serius!

Winda Maruko Chan. Rudi yang bikin. Balas dendam dia ke gue. Hehe

Kata Rudi gue mirip Chibi. Jelas-jelas gue lebih mirip ama mba Dian. Bisa lihat "kemiripan" kami kan?

Sekian dulu untuk mati gaya saya hari kemarin. Terimakasih.

Oiya, semoga para korban tidak marah ya. Peace. Kan masih suasana lebaran. Hehehe