Charity Ramadhan 1432 H

Standard

Bis putih yang terlihat sudah berusia tidak muda lagi itu terlihat sering membawa penumpangnya singgah dari satu pengajian ke pengajian lainnya. Dari satu mesjid ke mesjid lainnya. Bis tersebut parkir di halaman aula pertemuan tesebut. Beriringan keluar dari dalam bis 50 orang anak berusia 5 sampai 13 tahun. Terlihat mereka semua berasal dari bagian timur. Tubuh mereka yang masih kecil, melihat celingukan dan tampak bingung. Tidak seperti anak – anak kota besar yang biasa kita lihat, sangat aktif. Mereka cenderung pendiam dan kalem.

Mereka beriringan rapi dan diam memasuki aula. Diarahkan oleh ustadz yang membawa mereka, mereka langsung menunaikan ibadah sholat ashar berjamaah, karena mereka berangkat dari pesantren mereka sebelum adzan sholat ashar, karena takut terlambat datang ke acara charity. Mereka adalah anak-anak dari pesantren Papua di daerah Cibinong – Bogor dan beberapa dari mereka adalah anak-anak kurang mampu dari daerah Meruya – Jakarta.

Selesai sholat ashar, mereka duduk bersama-sama dengan panitia, kami memutar film tentang kejadian alam. Saya sendiri lupa judulnya, kalau nggak salah njudulnya “Earth”. Tapi temanya tentang “panas bumi”. Kami memutar film nya di projector. Mereka semua menyimak film tersebut dengan seksama, agar tidak bosan, salah seorang teman saya memberi quiz dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan film tersebut. Mereka berebut ingin menjawab. Yang bisa menjawab dengan cepat diberi hadiah kecil. Mereka sangat antusias.

Film kemudian dilanjutkan dengan tema “atmosphere”. Karena akan mendekati waktu berbuka puasa, dan masih ada beberapa hadiah tersisa, maka teman saya menghentikan film dan memberikan kembali pertanyaan. Tapi kali ini pertanyaannya bukan tentang film yang tadi diputar. Kali ini pertanyaannya tentang islam.

Beberapa pertanyaan seperti tanggal islam hari raya idul fitri, ramadhan tahun ini tahun berapa hijriah dan beberapa pertanyaan lainnya. Yang mengejutkan saya, saya lupa namanya, yang jelas dia berusia 5 tahun. Ketika ditanya rukun iman, dia menjawab dengan lancar sekali. Saya sampai takjub. Belum selesai rasa takjub saya, ada pertanyaan terakhir, yaitu siapa yang hafal ayat kursi. Hampir semua dari mereka mengacungkan tangannya ke atas ingin menjawab pertanyaan, tapi hanya satu orang yang dipanggil. Dan lagi saya lupa namanya, dia melafalkan ayat kursi dengan lancar. Diikuti oleh anak-anak lainnya dengan lantang. Subhanallah. Saya sampai berkaca-kaca karena haru.

Seingat saya, ketika saya seumuran mereka, saya baru menghafal surat-surat pendek. Belum menghafal ayat kursi. Dan subhanallah saya tidak henti-hentinya kagum kepada mereka. Saya sampai membicarakan kekaguman saya kepada teman saya yang memang sering mengikuti pengajian di yayasan mereka. “Mas, mereka keren banget ya hafal ayat kursi”. Dan dijawab oleh teman saya, “Jangankan ayat kursi, surat yasin aja mereka hafal”. Subhanallah. Saya merinding dan semakin kagum.

Sekitar 10 menit sebelum berbuka puasa, dengan dipimpim oleh ustadz yang membawa mereka, kami semua bershawalat. Mereka dengan lantang bershalawat. Lagi-lagi saya dibuat terkagum-kagum. Dan sampailah saatnya berbuka puasa, diawali dengan ta’jil, kemudian sholat magrib. Kami semua sholat berjamaah. Setelah itu baru makan besar. Kami menyediakan fast food. Kami tau bahwa fast food tidak sehat dan kurang akan gizi, tapi menurut teman yang sudah beberapa kali melakukan charity seperti ini mengatakan bahwa anak-anak seperti mereka ingin makan makanan fast food yang biasa mereka lihat iklannya di televisi, melihat si artis iklan betapa lahapnya mengunyah ayam gorengnya. Agar bergizi, kami juga menyediakan susu, sop dan buah. Mereka makan dengan lahap. Porsi yang kami sediakan cukup besar untuk anak seusia mereka, saya sendiri juga kekenyangan dan tidak menghabiskan makanan saya. Saya mencicipi sup dan kemudian membuangnya karena kekenyangan. Tapi saya menyesal, karena anak-anak itu malah membawanya pulang. Kantong untuk membawa pulang sisa makanan mereka pun dibagikan. Mereka membawa pulang sisa ayam mereka, sisa sop,sisa kolak, bahkan buah dan susu pun belum sempat mereka makan. Subhanallah. Betapa mereka sangat menghargai makanan mereka, dan tidak mubazir.

Kami sempat berfoto bersama, dan mereka sepertinya buru-buru kembali ke pesantren, mungkin karena ingin segera menunaikan ibadah sholat tarawih. Insyaallah tahun depan bisa kembali bertemu mereka dan semoga mereka semua menjadi anak yang sholeh & sholehah, pinter, berguna bagi sesama dan agama, amin.

Ini hanya sharing pengalam charity pertama yang pernah saya ikuti. Saya tergabung dengan panitia charity di kantor saya. Tidak ada maksud tidak baik, hanya ingin menceritakan betapa saya merasa sangat kecil dan lama terdiam setelah acara charity ini selesai.

 Mari terus berbagi untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan jangan pernah lupa bersyukur atas segala nikmat dan rejeki yang diberikan oleh Allah.SWT.

“Apakah kamu takut akan menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
[Al Mujaadilah:13]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
[Al Baqarah:277]

Rebutan menjawab pertanyaan

Shalawat, sambil menunggu waktu berbuka puasa

Panitia dan dibantu oleh pengurus pesantren mengangkat donasi ke bis pesantren

Sebelum pulang, foto bersama dulu dengan anak-anak pesantren, ustadz, dan semua panitia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s