Monthly Archives: August 2011

Fiesta Steak and others. Super full!

Standard

Sering lihat Fiesta Steak di mall-mall, dan sering bolak-balik depan Fiesta Steak Mall Artha Gading, akhirnya kemarin buka puasa disana. Tempatnya lumayan oke, ada dua pilihan. Di luar ada kursi dan sofa, di dalam hanya ada kursi biasa. Awalnya saya pengen duduk di luar, eh keburu penuh. Jadilah duduk di dalam.

Menu yang saya order sangat standard dan selalu  itu-itu aja setiap kali makan steak. Out of topic, saya selalu makan makanan yang sama kalau saya benar-benar suka. Kalau kata nenek, saya orang yang setia. Tsaaah! Hahaha

Kembali ke topic, saya order sirloin steak. Saya baru tahu kalau round steak itu adalah bagian paha belakang sapi. Ini juga dikasih tau si waitress. Sayangnya disini untuk minuman nggak banyak pilihan. Saya order lemon tea (lagi).

Karena sudah datang dari jam 5, saya minta makanannya diantar mendekati waktu buka puasa. Si pelayan bilang oke oke aja, dan mencatat menu di kertas kecil dan meletakkan di meja kami. Saya pikir sama seperti restoran steak lainnya, makanan diantar ke meja tamu, ternyata di Fiesta Steak sistemnya kayak di fastfood gitu. Jadi antri di kasir, order, dan disiapkan. Trus bawa makanan sendiri ke meja masing-masing. Terpaksa lah ngantri, lumayan panjang dan lama karena mendekati waktu berbuka. Luckily, makanannya nggak usah nunggu lama, langsung bisa bawa ke meja.

 Nah sekarang bahas makanannya yah…

Steak yang saya order, kalau dari rasanya lumayan enak. Dagingnya juga nggak alot. Porsinya pas. Dihidangkan seperti steak biasanya, hot plate, ditambah kentang. Nggak ada pilihan nasi. Buat saya yang kurang itu saosnya. Jadi pas steaknya masih ada, saosnya keburu habis, jadilah saya makan sama saos sambel.

Sirloin Steak

 Untuk minuman, standard lah ya… Karena memang saya ordernya minuman standard.

Buka Puasa Kalap

Standard

Yang namanya orang puasa, pasti siangnya bawaannya pengen makan segala. Pas lagi waiting assignment di kantor, waktu luangnya diisi dengan browsing foto-foto makanan. Ngeliat gambar es campur di internet, langsung niat beli buat buka. Pas berkaca di cermin, langsung kepikiran bakpao karena lihat pipi makin mengembang. Ignore this one, please!

Dan hari ini, seharian puasa yang berasa itu haus banget (Astagfirullah, malah berkurang pahala puasaya). Finally, mampir di tempat minuman favorit saya. Sepertinya memang terkenal di Jakarta, soalnya banyak cabangnya dimana-mana. Namanya SGS, kepanjangan dari Sinar Garut Sarasa. Saya pesen es campur (selalu). Terbukti, es campur Sinar Garut Sarasa memang oke. Jeeess di kerongkongan pas diminum. 🙂

Dan, mari kita lihat menu buka puasa saya hari ini. Here we go!

Es campur

Gorengan. Menu paling tidak sehat.

Rolade daging, kentang goreng, wortel dan buncis rebus.

Sayur selada, telur rebus, dan tomat. Menu paling sehat.

Alhamdulilllah, super duper kenyang. 🙂

Warung Tekko – La Piazza, Kelapa Gading

Standard

Saya adalah pecinta Iga bakar. Katanya di Warung Tekko, iga penyetnya mantap. Warung Tekko di La Piazza, Kelapa Gading ini  berdekatan dengan American Grill dan Hartz Chicken Buffet. Ada dua pilihan tempat duduk, mau di luar atau di dalam. Saya memilih di luar, soalnya di dalam sudah penuh. Sebenarnya saya pengen di dalam, soalnya kesananya pas siang bolong. Di luar panas. Di dalam lebih adem sih kayaknya.

Makanan yang saya order semuanya dari iga sapi. Iga penyet, Iga sambel kacang, minumnya saya order es campur. Saya paling suka Iga sambel kacang, gurih. Dan memang karena saya pecinta saos kacang. Kalau iga penyetnya pedes banget bo’, saya nggak tahan sambel sepedes itu. Minumannya juga lumayan. Es campurnya oke. Ohya, iga sapi nya dihidangkan di hot plate.

Tadinya mau order es krim apa gitu, dari fotonya di banner sih kelihatannya enak. Mau order buat dessert. Eh keburu kenyang banget banget banget. Iganya gede banget, alhasil pas terakhir kita “ngegadoin” iganya doang. Nasinya nggak habis. Kekenyangan. 🙂

Iga Penyet Pedes

Iga Penyet Sambel Kacang


Es Campur

Satu lagi, pelayanan di Warung Tekko lumayan. Meskipun waitress nya sempet salah antar pesanan. Awalnya saya memang order es kelapa cincau, trus ganti ke es campur.Pas yang diantar malah es cincau. Pas saya panggil lagi, langsung diganti ama pesanan saya es campur dengan cepat. So far, oke lah ya… 🙂

Charity Ramadhan 1432 H

Standard

Bis putih yang terlihat sudah berusia tidak muda lagi itu terlihat sering membawa penumpangnya singgah dari satu pengajian ke pengajian lainnya. Dari satu mesjid ke mesjid lainnya. Bis tersebut parkir di halaman aula pertemuan tesebut. Beriringan keluar dari dalam bis 50 orang anak berusia 5 sampai 13 tahun. Terlihat mereka semua berasal dari bagian timur. Tubuh mereka yang masih kecil, melihat celingukan dan tampak bingung. Tidak seperti anak – anak kota besar yang biasa kita lihat, sangat aktif. Mereka cenderung pendiam dan kalem.

Mereka beriringan rapi dan diam memasuki aula. Diarahkan oleh ustadz yang membawa mereka, mereka langsung menunaikan ibadah sholat ashar berjamaah, karena mereka berangkat dari pesantren mereka sebelum adzan sholat ashar, karena takut terlambat datang ke acara charity. Mereka adalah anak-anak dari pesantren Papua di daerah Cibinong – Bogor dan beberapa dari mereka adalah anak-anak kurang mampu dari daerah Meruya – Jakarta.

Selesai sholat ashar, mereka duduk bersama-sama dengan panitia, kami memutar film tentang kejadian alam. Saya sendiri lupa judulnya, kalau nggak salah njudulnya “Earth”. Tapi temanya tentang “panas bumi”. Kami memutar film nya di projector. Mereka semua menyimak film tersebut dengan seksama, agar tidak bosan, salah seorang teman saya memberi quiz dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan film tersebut. Mereka berebut ingin menjawab. Yang bisa menjawab dengan cepat diberi hadiah kecil. Mereka sangat antusias.

Film kemudian dilanjutkan dengan tema “atmosphere”. Karena akan mendekati waktu berbuka puasa, dan masih ada beberapa hadiah tersisa, maka teman saya menghentikan film dan memberikan kembali pertanyaan. Tapi kali ini pertanyaannya bukan tentang film yang tadi diputar. Kali ini pertanyaannya tentang islam.

Beberapa pertanyaan seperti tanggal islam hari raya idul fitri, ramadhan tahun ini tahun berapa hijriah dan beberapa pertanyaan lainnya. Yang mengejutkan saya, saya lupa namanya, yang jelas dia berusia 5 tahun. Ketika ditanya rukun iman, dia menjawab dengan lancar sekali. Saya sampai takjub. Belum selesai rasa takjub saya, ada pertanyaan terakhir, yaitu siapa yang hafal ayat kursi. Hampir semua dari mereka mengacungkan tangannya ke atas ingin menjawab pertanyaan, tapi hanya satu orang yang dipanggil. Dan lagi saya lupa namanya, dia melafalkan ayat kursi dengan lancar. Diikuti oleh anak-anak lainnya dengan lantang. Subhanallah. Saya sampai berkaca-kaca karena haru.

Seingat saya, ketika saya seumuran mereka, saya baru menghafal surat-surat pendek. Belum menghafal ayat kursi. Dan subhanallah saya tidak henti-hentinya kagum kepada mereka. Saya sampai membicarakan kekaguman saya kepada teman saya yang memang sering mengikuti pengajian di yayasan mereka. “Mas, mereka keren banget ya hafal ayat kursi”. Dan dijawab oleh teman saya, “Jangankan ayat kursi, surat yasin aja mereka hafal”. Subhanallah. Saya merinding dan semakin kagum.

Sekitar 10 menit sebelum berbuka puasa, dengan dipimpim oleh ustadz yang membawa mereka, kami semua bershawalat. Mereka dengan lantang bershalawat. Lagi-lagi saya dibuat terkagum-kagum. Dan sampailah saatnya berbuka puasa, diawali dengan ta’jil, kemudian sholat magrib. Kami semua sholat berjamaah. Setelah itu baru makan besar. Kami menyediakan fast food. Kami tau bahwa fast food tidak sehat dan kurang akan gizi, tapi menurut teman yang sudah beberapa kali melakukan charity seperti ini mengatakan bahwa anak-anak seperti mereka ingin makan makanan fast food yang biasa mereka lihat iklannya di televisi, melihat si artis iklan betapa lahapnya mengunyah ayam gorengnya. Agar bergizi, kami juga menyediakan susu, sop dan buah. Mereka makan dengan lahap. Porsi yang kami sediakan cukup besar untuk anak seusia mereka, saya sendiri juga kekenyangan dan tidak menghabiskan makanan saya. Saya mencicipi sup dan kemudian membuangnya karena kekenyangan. Tapi saya menyesal, karena anak-anak itu malah membawanya pulang. Kantong untuk membawa pulang sisa makanan mereka pun dibagikan. Mereka membawa pulang sisa ayam mereka, sisa sop,sisa kolak, bahkan buah dan susu pun belum sempat mereka makan. Subhanallah. Betapa mereka sangat menghargai makanan mereka, dan tidak mubazir.

Kami sempat berfoto bersama, dan mereka sepertinya buru-buru kembali ke pesantren, mungkin karena ingin segera menunaikan ibadah sholat tarawih. Insyaallah tahun depan bisa kembali bertemu mereka dan semoga mereka semua menjadi anak yang sholeh & sholehah, pinter, berguna bagi sesama dan agama, amin.

Ini hanya sharing pengalam charity pertama yang pernah saya ikuti. Saya tergabung dengan panitia charity di kantor saya. Tidak ada maksud tidak baik, hanya ingin menceritakan betapa saya merasa sangat kecil dan lama terdiam setelah acara charity ini selesai.

 Mari terus berbagi untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dan jangan pernah lupa bersyukur atas segala nikmat dan rejeki yang diberikan oleh Allah.SWT.

“Apakah kamu takut akan menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
[Al Mujaadilah:13]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
[Al Baqarah:277]

Rebutan menjawab pertanyaan

Shalawat, sambil menunggu waktu berbuka puasa

Panitia dan dibantu oleh pengurus pesantren mengangkat donasi ke bis pesantren

Sebelum pulang, foto bersama dulu dengan anak-anak pesantren, ustadz, dan semua panitia

A+

Standard

“If I got A, you must be more better than me. At least A+”
– my Dad (Winda’s papa) –

 Papa always says this meaningful sentence frequently. He wants his children be more better than him. He sent us to good school. He provided private teacher for us. He bought all the books that I need. He gave all the best for me, my brother and sister.

 My parents, mama and papa never forced me to indulge their desire. I am free to choose the school that I wanted. They never opposed me like how many times I moved from one company to another company. I am free to define my own life as long as I can be responsible to myself.

 I love them, mama and papa. I can’t describe how much I love them and want to make them happy and proud of me.

 I live far away from them, they live in Sumatra island, whereas I work and study in Java. It’s not easy for us to meet each other. The best time for me coming home is only for Hari Raya Idul Fitri. It’s only 5 to 7 days at home, then must back to Jakarta. I want to live with them, have dinner with them, spend my whole day with them. But, my responsibility is in Jakarta.

 I know Allah.SWT will take care of them for me. I promise I will give my best for them and make them happier. I will be more better than you, pa. I will be A+.
I love you mama, papa 🙂




I am on my way to the beautiful future

Standard

Life is a meal and old age is the dessert. I spend so much of my time worrying about the future. Where’s my career going? Who am I gonna marry?
But when you’re old, you don’t worry, because all that stuff’s already happened.
– Ted Moshby, How I met your mother –

I feel the same with Ted. I am too curious to know about my future. I want to see my future house. I want to see my future children. Are they girls or boys? Perhaps all of them are boys or girls? Sometimes I wish God speed up the time for me.  Ya, It’s just a dream. Hehehe

I believe that most of women in the world are really curious about their future. So do I. It’s normal. Because we care about it. We dream about beautiful future. Married to someone we love, have cute children, enjoy vacation with family, have a great career and salary, and so on. Live happily ever after. This simple sentence describes all of it.

But, we don’t just get over something like that easily. God has plan for us. We just need to follow the path, then we will know the ending of our story. And do not forget to be grateful and pray for our best future.

Dear beautiful future,
Please wait for me. I’m on my way to you.
Sincerely,
Beautiful lady, Winda.

Ramadhan 1432 H

Standard

Assalamualaikum wr wb.

Marhaban ya Ramadhan.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhannahu Wa Ta’ala, amin.
Mohon maaf lahir & bathin. 🙂

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa” 
[Al Baqarah:183]