Dibuang Sayang

Standard

Salah satu hobi aneh gue adalah mengumpulkan barang-barang nggak penting, seperti : tiket bioskop, kertas ATM, kantong belanjaan, uang logam. Dan semenjak gue pindah kerja ke daerah Sudirman Jakarta, dan pindah kost ke Depok, hobi mengoleksi barang – barang aneh gue nambah satu lagi. Sekarang gue jadi mengumpulkan tiket bekas busway dan kereta.

Pas lagi beres-beres tas buat besok kerja, kok di kantong kecil backpack gue gendut gini ya? Ternyata dipenuhi sama tiket bekas kereta dan busway. Di kosan gue punya toples buat ngumpulin tiket bekas kereta dan busway. Cuma kali ini, toplesnya sudah amat sangat penuh, makanya tiket-tiket bekas ini ada di dalam kantong backpack gue semua.

Deg! Akhirnya gue tersadarkan, ternyata tiket – tiket bekas ini tidak berguna. Gue memutuskan untuk membuang semua tiket – tiket bekas gue. Sebelum gue buang, gue penasaran pengen hitung semua tiket-tiket gue. Dan hasilnya adalah :
Busway pagi   = Rp.2000 x 18 tiket = Rp.36.000 (Kiri atas, warna biru)
Busway siang = Rp.3500 x 56 tiket = Rp.196.000 (Kiri bawah, warna kuning, hijau dan jingga)
Kereta Ekonomi = Rp.1500 x 3 tiket = Rp.4500 (Tengah atas, warna jingga)
Kereta Ekonomi AC = Rp.5500 x 37 tiket = Rp.203.500 (Kanan atas, warna hijau)
Kereta Depok Express = Rp.9000 x 22 tiket = Rp.198.000 (Kanan bawah, warna pink)
Kereta Commuter line = Rp.6000 x 18 tiket = Rp.108.000 (Tengah bawah, warna merah)
Total semuanya adalah = Rp.746.000

WOW! Ini belum genap tiga bulan gue tinggal di Depok. Lumayan juga yah… Pada akhirnya tiket-tikes bekas ini harus dibuang juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s