Monthly Archives: October 2010

Leyeh-leyeh day

Standard

This weekend is really quality time for myself. I called it “Leyeh-leyeh Day”.

Apa sih leyeh-leyeh? Banyak temen gue yang nanya maksud dari istilah ajaib gue itu. Buat gue, leyeh-leyeh adalah dimana gue bener-bener memberikan waktu gue untuk diri gue tanpa gangguan dari siapapun dan apapun.

Dimulai dengan nonton acara masak favorit gue “Gula-gula” di Trans TV. Beres-beres kamar dan kamar mandi. Ganti seprei .Yaiy! This is my favorite one! Karena waktu gue akan banyak tersita di tempat tidur untuk leyeh-leyeh. Mulai dari baca novel, nonton DVD, denger musik, menulis, nonton TV dan tidur siang pastinya. Jadi seprei pun harus baru dan wangi. Biar nyaman.

Ya, this is it!

Enjoy your leyeh-leyeh day, guys. You need leyeh-leyeh day for yourself! It’s good for your body, too.

Rubik Polos

Standard

“Belajar santai, masa depan cerah, istri cantik, mertua kaya, mati masuk surga”

Ini adalah status facebook dari salah seorang temen di facebook gue. Bagaimana menurut anda?

Gue secara refleks langsung berpikir, “Wah, enak bener ya kalau ada orang yang jalan hidupnya begitu. Enteng bener”. Tapi sejujurnya gue berpikir, “Kok nggak ada usahanya sedikit pun ya?”

Sama kayak rubik polos ini. Apa serunya main rubik polos begini? Nggak ada tantangan sama sekali kan?

Yap, mari menerjemahkan facebook temen gue a’la gue yang polos & lugu. (Nggak usah mencibir gitu ah!)

Belajar santai : Oke, silahkan.

Masa depan cerah : Kalau belajar santai, masa depan bisa cerah?

Istri cantik : Kalau masa depan nggak cerah, trus bisa dapat istri cantik? Kayaknya wanita – wanita zaman sekarang udah pinter pilah – pilih juga. Mau beli berlian pake daun?

Mertua Kaya : Kalau masa depan nggak cerah, bisa dapat mertua kaya? Mertua – mertua zaman sekarang pun semakin jeli memilih calon menantu. Ingat “Bibit, Bebet, Bobot”. Ini masih berlaku lho!

Mati masuk surga : Tuhan mau ngijinin orang – orang yang hidupnya tanpa usaha masuk surga nggak ya? Itu urusan Tuhan.

Gue jadi inget nasehat dari tante gue. “Kak, mau dapat yang terbaik? Harus dari kita dulu yang dimantepin. Nanti juga semuanya ngikut”.

Misal nih, sebagai contoh. Gue mau ngedapetin pangeran Inggris. Pertanyaannya adalah : “Gimana cara gue bisa kenal ama dia?”. Dia tau gue ada di dunia ini aja, gue puasa nazar 30 hari.

Nah, berpikir lah gimana caranya gue bisa kenal ama dia.

Pertama, gue harus belajar keras biar bisa sekolah di Inggris. Mungkin gue bisa jadi perwakilan Indonesia di Inggris (mimpi kali yee). Lalu gue diundang ke acara kerajaan. Kemudian gue kenalan sama pangeran. Lama – lama gue semakin dekat dengan pangeran (ngarep). Dikenalkan dengan keluarganya dan pastinya orangtuanya.

Gimana? Keren nggak skenario rekaan gue?

Ya, gue tau! gue tau! Itu cuma skenario rekaan gue dan cuma mimpi! Tapi apa salahnya bermimpi?

Sebenernya ini bukan masalah mimpi atau bukan. Tapi bagaimana kita mendapatkan mimpi kita.

Kembali ke status temen facebook gue tadi, kalau dia pengen punya istri cantik dan mertua kaya, ya harus usaha dong. Emangnya anak gadis orang jatuh dari langit?

Hidup itu butuh usaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Berusahalah semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal juga. Tuhan lah yang akan menentukan kita pantas untuk mendapatkan apa yang kita mimpikan atau tidak. Tapi percayalah, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Gue jadi ingat pesan dari orangtua gue, “Maksimalkan usaha & doa”. Karena usaha dan doa itu beriringan.

Kesimpulan dari semua koar – koar gue adalah “Gue pengen jadi menantu raja Inggris”. Puas?