Monthly Archives: March 2010

God has a wonderful plan for us

Standard

Today, Tuesday, March 30th, 2010. It means that this is the last three month of this year. It also will be the 4th month of this year.

The time runs so fast, I don’t worry about that. And the certain question is “What are you doing for this first three month, Winda?”. I said, “Nothing!”. I haven’t do precious things for the beginning of the year. And it means that I have 9 months left to do something precious and useful for myself, my family, and others. What should I do?

I don’t want to compare myself with others. Everyone has so many ways to face the world. Some of friends have a great job. I envy them, honestly. But, I always remainding myself, don’t only look at friends who has a great job, look at friends who has no job too. So, I will be greatful for what God has gave to me. I know that God has a wonderful plan for us and we only need to believe in God’s planning, work hard and keep praying.

“So, have you make any planning for the left months, Winda?”. I’ll answer, “No, I haven’t yet”. I want to be useful but I haven’t make any planning yet. It just like a fisherman wants to get fish, but he don’t have a fishing equipment and the baits.

“Should I make the planning list?”. And the answer is “BIG YES”. Now, take a pen and paper, then write what do you want to reach. And you will understand which one will be your priority planning and will be waiting list. Then, bring it into reality.

So, how about you, guys? 🙂

PS :

Hi guys, I want to introduce my new editor : Ai. She is my best friend, too. Thanks, sist 🙂

Please check her blog “Saya Ingin Mengalirkan Kata“. You will be amazed by her words 🙂

Advertisements

PMSnya Cewek

Standard

PMS alias Pra-Menstruasi. Mungkin sebagian besar wanita di dunia mengalaminya, dan percaya lah wahai pria-pria, Ini sangat tidak enak!

Ada macem-macem juga ciri-cirinya, mulai dari yang merasakan sakit-sakit badan, dan ada juga yang bikin mood jadi berubah drastis. Kalo dari fisik, mungkin dapat diobati dengan minum obat penghilang rasa sakit, *gue sama sekali nggak menyarankan karena banyak efek sampingnya*. Tapi yang lebih susah lagi kalo soal psikis. Seolah-olah perasaan kita tuh kayak dipermainkan oleh emosi kita sendiri. *Cielaaaah.. bahasa gue!* hahaha…

Tapi ini memang terbukti. Yaa, contohnya gue nih ya. Kalo gue sedang PMS, bawaannya sensitive aja ke orang-orang, mau dia enggak salah, apalagi kalo dia memang salah. Bawaannya pengen marah aja. Tiba-tiba gue males kalo diajak ngobrol. Intinya sih, jangan memancing emosi gue aja. Trus gara-gara sensitive itu juga, bawaannya jadi gampang sedih dan terharu juga. Misal nih, gue ngeSMS sahabat gue, eh udah 3 jam nggak di bales *mungkin lagi kerja, atau sibuk apa*, tapi gue langsung aja bete dan sedih setengah hidup.

Nah, beda lagi ama temen gue. Kalo gue jarang mengalami rasa sakit ketika masa-masa PMS. Paling badan kerasa capek dan pegel-pegel gitu aja. Kalo pun keram perut, di hari pertama dapet doang. Alhamdulillah *sujud syukur*. Ada juga lho yang keram perut berhari-hari, kadang ampe pucet, ada yang pingsan juga. Trus ada juga yang emosinya lebih parah dari gue. Tiba-tiba dia nangis, trus biasa lagi, trus ketawa, dan tiba-tiba nangis lagi. Kadang kalo gue tanya kenapa nangis, dia jawabnya, “Nggak tau gue juga”. Nah, aneh kan?

Yaaa… Buat para pria, mengertilaaah…. Bener kata lagu Ada Band – Wanita Ingin Dimengerti. *bener nggak sih judulnya? Padahal gue ngaku-ngaku fansnya Ada Band nih*. Kalo tiba-tiba pacar lo, atau temen cewek lo sensitive dan tiba-tiba aja nangis atau tiba-tiba gigit lo, mungkin juga tiba-tiba pingsan, langsung liat kalender deh. Mungkin mereka lagi mengalami PMS.

PS : Buat para pria : Segera lingkari tanggal-tanggal di kalender kalian, jadwal pacar atau sahabat cewek kalian! Buat prepare aja. Hehehe…

Kebutuhan atau Keinginan?

Standard

Seperti biasa, setiap tanggal penerimaan gaji, semua orang di kantor heboh sendiri membuat list, mulai dari kebutuhan rumah tangga, bayar listrik, bayar telpon, cicilan rumah, cicilan motor, uang sekolah anak, uang kuliah adik, mau beli kulkas baru, TV baru, dan segala macam.

Gue sendiri juga mulai belajar mengelola keuangan sendiri. Sekarang gue ngerasa perlu dan harus belajar untuk itu. Karena sekarang gue udah nggak mau dan seharusnya memang nggak boleh minta lagi uang ke orangtua. Nggak kayak dulu pas kuliah, jajan minta orangtua, uang kuliah minta orangtua, mau belanja, minta orangtua, semua minta orangtua. Uang bulanan abis, bilang ke orangtua, ujung-ujungnya orangtua ngasih duit lagi. orangtua mana sih yang tega anaknya jauh merantau di negeri seberang dan kehabisan uang?? NO ONE!

Dan sekarang?? Jreng.. Jreng… Jreeeeng… Buat makan, duit sendiri. Uang kos, duit sendiri juga. Mau nonton atau karokean, duit sendiri. Duit abis?? Nangis darah aja sendiri!

Nah, dari pengalaman itu, gue mulai belajar untuk mengatur keuangan sendiri. Semacam estimasi keuangan pribadi. Gue memperkiraan, berapa yang gue butuhkan untuk bertahan hidup sebulan. Gue mulai bisa membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.

Setelah beberapa bulan gue aplikasikan sendiri, dan hasilnya GAGAL. Eerr… Bukan! Lebih tepatnya BELUM BERHASIL. Gue mengalami defisit dan mulai mengemis-ngemis dengan muka memelas ke tabungan gue. hahaha… Tapi gue nggak kapok. Gue sendiri jadi penasaran. Gue nggak akan berhenti sampai gue berhasil. Ayo kita lihat, bulan depan, gue berhasil atau belum berhasil? Gue sedang menantang diri sendiri.

Timbangan Berat Badan

Standard

Setelah sekian lama nggak ketemu temen lama, mungkin temen SMA, SMP, SD, bahkan mungkin temen TK sekalipun. Biasanya akan sangat menyenangkan dan mengejutkan pas pertama ketemu setelah bertahun-tahun nggak ketemu. Gue adalah orang yang sangat seneng kalo udah ketemu temen-temen lama *berasa tua*.

Biasanya secara refleks, ada yang pertama memulai kecepolosan mengomentari masing-masing. Dan yang paling sering dikomentari adalah masalah penampilan. Begini nih komentarnya :

“Idiiiiih… makin putih aja”

“Wow, penampilan lo beda abis ama dulu. Gue baru tau kalo cowo bisa dandan cewe juga” *Sial*

“Ya ampuuun, makin cantik aja lo” *ngarep*

“Dari dulu-dulu kok rambut lo segini-gini aja??” *Emang*

Dan yang paling gue nggak suka adalah : “Astaga, kok lo jadi gendut begini?”

Arrrrgggghhhhh…. Serasa mau gue gigit aja kalo ada yang komentar gitu.

Akhirnya gue memutuskan untuk membeli TIMBANGAN. Udah sebulan sih, dan sepertinya timbangannya bermasalah deh. Gue yakin! Masa tadi pagi gue nimbang dengan angka xx dan tiba-tiba pas malem gue nimbang jadi xx. Masa bisa beda ampe 4Kg. Ah, pasti timbangannya yang salah! Timbangan yang salah! Pokoknya timbangan yang salah! Timbangan murahan juga sih, abisnya yang digitalnya mahal.

Yaaa… Semoga dengan adanya timbangan ini, berat badan gue kembali normal. Amin *ngarep*

Tanda Baca

Standard

Waktu gue chatting dengan seorang kawan di YM, kira-kira seperti ini :
X  : Nda, gue males banget deh ama si Y, kemarin dia nge-SMS gue mau  minjem kamera gue. Tapi yang nggak gue suka tuh ya, cara dia minjemnya itu lho.

Gue : Emang gimana harusnya? Nelpon lo? Langsung jemput rumah lo?

X : Bukaaan, terserah deh. Tapi cara dia nge-SMS gue itu yang gue nggak suka. Masa mau minjem sesuatu, tapi ngomongnya gitu!

Gue : Laaah… emang dia bilangnya gimana?

X : Nih begini, “X, besok gue pinjem kamera lo yaa! Besok gue jemput ke rumah lo!!! Lo nggak make kaaaan??!?”

Gue : Lho, yang salah dari mananya? Dia toh mau ngejemput ke rumah lo kan? Lo kan nggak diminta nganter ke rumah dia.

X : Lo liat deh, tanda seru ama tanda tanyanya itu lho yang bikin gue males. Kok kayaknya maksa ato merintah gue gitu. Males!

Yaaa… Setelah gue pikir-pikir, bener juga sih ya, kadang kalo kita terbiasa dengan menggunakan tata tulis yang bener, kita kadang sering ngerasa gimanaaa gitu kalo ngeliat sms yang menurut kita kadang kurang sopan tapi menurut orang yang nge-SMS kita yaa bener-bener aja.

Gue jadi inget dulu ada juga temen yang udah bertahun-tahun nggak ketemu dan tiba-tiba nge-SMS gue begini, “Nda, pinjem duit lah! Minggu depan gue ganti!”. Dan apa yang gue lakukan? Delete message? YES!

Itu karena gue ngerasa, nih orang kok nggak sopan bener ya? Udah bertahun-tahun nggak ketemu, nggak komunikasi, dan tiba-tiba nge-SMS gue, dan hanya mau minjem duit. Bukannya gue nggak mau minjemin. Tapi, basa-basi dikit dong. Apa kek, nanyain kabar kek, apa kek. Banyak cara buat basa-basi kan? Tapi ya mungkin dia udah ngerasa DEKET banget juga kali ama gue. *Yuuk mariiii* Selain etika dia nge-SMS gue, sebenernya gue lebih pengen ngebahas, gimana dia seharusnya menggunakan tanda baca di tempat yang tepat. Misal : “Nda, gue boleh pinjem duit nggak? Minggu depan gue ganti…”. Lebih manis kan? Jadi gue nggak ngerasa dipaksa atau diancam dengan tanda seru (!).

Oh iya, satu lagi cerita *sorry kebanyakan cerita* :p

Kebiasaan di Sabtu pagi waktu zaman kuliah, pas gue ngekost di tempat yang sama dengan sahabat gue, Ayu, *kalo kebetulan pagi udah bangun*  :p Biasanya gue ama Ayu suka baca status di Facebook orang-orang. Dan kita selalu mengomentari setiap status yang LeBaY meLamBay-LambaY dAn aLay *ngetiknya aja susah*. Maksud gue mengomentari, kita nggak menulis comment di statusnya itu *masih menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah*. Yaa… Mengomentari buat ketawa-ketawaan doang, sambil memperagakan gaya yang dibuat-buat. Suer deh! Kadang kita emang berlebihan dan ikut-ikutan lebay juga.

Contoh : si X bikin status : “Duuuuuuuwwh… ngantuwQ bet dweH! Mana pwanas bet laghiiie. Huff”

Gue & Ayu akan mengulangi membaca status tersebut dengan gaya alay dan melebay, ditambah gerakan tangan kemana-mana, bibir dimanyun2in, muka dengan ekspresi mau boker, semuaaa deh yang bikin JIJAY.

Liat aja gimana si X menulis setiap kata. Kita bahas yaaa….

Dduuuuuuuwwh… : huruf “d” ada 2, huruf “u” nya aja ada 7, huruf “w” juga ada 2, dan huruf “h” ada 1.

Silahkan dicoba, baca dengan benar, sesuai dengan jumlah huruf. Kalo di bahasa Arab kan, kalo ada huruf “a” 3 kali, ya berarti dibaca panjang kan? Nah, kalo “Dduuuuuuuwwh…”, dibacanya gimana?

Yak! Silahkan dicoba sendiri deh yaaa… Gue yang udah nyoba aja, ampe monyong-monyongin bibir gara-gara kebanyakan huruf ”u” dan jangan lupa ada selipan huruf “h” dibelakangnya yang harus diperjelas juga.

Oke, gue sih awalnya hanya ingin nulis tentang cara ber-SMS atau berkomunikasi via tulisan, mungkin e-mail atau wall di Facebook, mungkin di Twitter, atau sejenisnya. Tapi jadi melenceng ke masalah cara si “aLaY” bikin status di Facebook nih.

Jadi, kalo menurut gue sendiri nih ya, pergunakanlah tanda seru (!), tanda Tanya (?), dan tanda-tanda baca lainnya sesuai pada penggunannya dan secukupnya. Dan menurut gue pribadi, kalo gue menerima SMS ato e-mail dan semua pesan tertulis begitu, yang menggunakan huruf KAPITAL semua, menurut gue artinya adalah orang yang sedang nge-SMS gue sedang marah atau sedang teriak-teriak.

Sekali lagi, ini hanya pendapat gue.

“MARI BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK DAN BENAR”

*ini gue sedang teriak-teriak ya maksudnya*

P.S  :

– Ayu, mari kita kembali mengomentari status para “aLayErS” :p

– “aLayErS”, terimakasih sudah memberikan hiburan buat gue dan sahabat gue. Kalian memang sangat baik hati karena mau diledekin dan diejek terus. Salut karena kalian adalah tipe orang yang berpendirian teguh dan “bermuka badak”, walaupun sudah jelas-jelas dihina, tapi masih saja melakukan kebodohan yang sama.