Resolusi 2009

Standard

Setiap awal tahun, biasanya orang-orang membuat resolusi untuk tahun yang baru. Termasuk gue, kali ini gue juga bikin resolusi di tahun 2010. Tapi kali ini sedikit berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Kali ini, gue bikin resolusi untuk tahun 2010 di November 2010. Nggak tau kenapa, waktu itu gue udah gatel aja pengen bikin resolusi untuk 2010. =P

Ok, kali ini gue nggak akan ngebahas tentang resolusi 2010 gue, tapi gue akan menceritakan sedikit tentang resolusi 2009 gue yang udah lewat.

Di setiap resolusi gue, dari tahun ke tahun, kadang kalo sekarang gue baca, sebenernya itu lebih mirip seperti list belanjaan. Karena memang sebagian besar list di resolusi yang gue bikin itu memang lebih ke barang – barang yang gue pengen punya. =P

Tapi di resolusi 2009 jauh berbeda. Tidak panjang seperti list belanjaan, dan bukan barang – barang yang mau gue beli. Keinginan gue hanya satu pada waktu itu, “Lulus dan Wisuda Polman tahun 2009”. Hanya satu baris kalimat aja untuk di 2009 dan Alhamdulillah Allah.SWT mengabulkan. =P

Gue nggak bermaksud untuk membanggakan diri karena gue udah mencapai target gue di resolusi 2009. Bukan! Dan Tidak sama sekali! Gue hanya ingin berbagi tentang apa yang gue pikirkan sekarang tentang resolusi.

Sekarang, setiap gue membolak – balik halaman agenda gue. Gue biasanya akan lebih lama membaca di bagian RESOLUSI. Gue memang sengaja membuat 1 part untuk subject RESOLUSI. Gue seneng baca resolusi pertama gue pas awal-awal belajar menulis resolusi di 2004. Dan sekarang kalo gue baca-baca lagi, gue suka menandai atau memberi comment kecil menggunakan spidol warna di pinggir tulisannya. Misal : Done! ,Good Job!, Perfect! Poor! Worst!. Kadang gue akan ketawa sendiri kalo udah baca resolusi – resolusi waktu gue masih “bocah”. J Tapi dibalik semua itu, di setiap resolusi gue dari tahun ke tahun terus berubah. Mungkin karena memang dengan bertambah umur juga.

Gue rasa, setiap kita harus bikin resolusi atau target, agar apa yang kita capai lebih terarah dan lebih focus dalam mewujudkannya. Dan jangan pernah takut untuk jatuh. Karena di setiap kali kita jatuh, kita akan belajar bagaimana untuk berdiri.

Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %.
Tapi mereka tidak melihat 99 % kegagalan saya.
(Soichiro Honda –Pendiri Honda)

Advertisements

3 responses »

  1. Yap, all that matter is the ending, but the process is not a waste. And for me, the process makes a good ending, even if the world doesn’t say so. Your world is in your mind. Be wise.

  2. Hi “i fleur faith”, thanks to commented my post. do you have any blog? I like to read your blog, if it’s possible 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s