Monthly Archives: January 2010

Patah Hati

Standard

Kali ini gue mau menulis hal yang berbeda dari post gue sebelum-sebelumnya. Kali ini gue akan cerita tentang “patah hati”. Ok, jangan kaget. Gue nggak lagi patah hati kok atau lagi kerasukan. Suer!

Berawal dari cerita sahabat gue yang patah hati dan sulitnya kembali mencintai orang lain. Tiba-tiba gue jadi pengen nulis tentang pendapat gue tentang patah hati.

Menurut gue, obat patah hati adalah jatuh cinta lagi. Percaya ato enggak, tapi menurut gue ini ampuh. Walaupun kadang ada yang bilang, “Gue masih terlalu sakit untuk mencoba jatuh cinta lagi” atau juga “Gue masih trauma”. Seperti pengobatan phobia, kalo kita phobia sama ketinggian, coba naik ke tempat yang tinggi. Hadapi! Bukan malah mencoba lari. Karena kita nggak akan pernah tau sampai dimana titik akhir keberanian kita dalam menghadapi suatu hal.

Kembali ke masalah awal. Sebenernya, ketika kita bilang, “Gue masih terlalu sakit untuk mencoba jatuh cinta lagi” atau juga “Gue masih trauma”, kita tidak hanya membohongi orang lain, tapi kita juga membohongi hati kita sendiri. Sebenernya, dibalik semua itu, kita hanya punya satu alasan yang membuat kita nggak mau jatuh cinta lagi. Bukan karena kita trauma atau terlalu sakit, tapi karena kita nggak bisa mengosongkan hati kita untuk menampung cinta yang baru di hati kita. Sebab, hati yang masih terisi cinta yang lain, tidak akan pernah bisa diisi oleh cinta yang baru. *setiap gue baca kalimat ini, gue jijay sendiri. Suer!* :p

Ada seorang sahabat gue yang bilang, “gue udah berusaha keras membuka hati gue buat si X, tapi nggak tau kenapa, kok gue ngerasa nggak bisa aja cinta ke dia”. Biasanya gue nanya balik ke sahabat gue, “lo udah ngosongin hati lo dari semua hal tentang mantan lo belum?”. Gimanapun kita maksain buat mencintai orang lain, tapi di hati kita masih terisi oleh cinta kita untuk orang lain, mustahil kita bisa mencintai dengan sepenuh hati. Tapi, ini mengobati patah hati versi gue lho ya… Mungkin setiap orang punya cara dan versi yang berbeda-beda. Tapi setiap orang harus terus bangkit, nggak boleh terperosok dan merasa hancur hanya karena satu hal yang sebenernya hanya bagian kecil dari hidup kita.

Ok, let’s find our true love! 🙂

Salam Patah Hati 🙂

Resolusi 2009

Standard

Setiap awal tahun, biasanya orang-orang membuat resolusi untuk tahun yang baru. Termasuk gue, kali ini gue juga bikin resolusi di tahun 2010. Tapi kali ini sedikit berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Kali ini, gue bikin resolusi untuk tahun 2010 di November 2010. Nggak tau kenapa, waktu itu gue udah gatel aja pengen bikin resolusi untuk 2010. =P

Ok, kali ini gue nggak akan ngebahas tentang resolusi 2010 gue, tapi gue akan menceritakan sedikit tentang resolusi 2009 gue yang udah lewat.

Di setiap resolusi gue, dari tahun ke tahun, kadang kalo sekarang gue baca, sebenernya itu lebih mirip seperti list belanjaan. Karena memang sebagian besar list di resolusi yang gue bikin itu memang lebih ke barang – barang yang gue pengen punya. =P

Tapi di resolusi 2009 jauh berbeda. Tidak panjang seperti list belanjaan, dan bukan barang – barang yang mau gue beli. Keinginan gue hanya satu pada waktu itu, “Lulus dan Wisuda Polman tahun 2009”. Hanya satu baris kalimat aja untuk di 2009 dan Alhamdulillah Allah.SWT mengabulkan. =P

Gue nggak bermaksud untuk membanggakan diri karena gue udah mencapai target gue di resolusi 2009. Bukan! Dan Tidak sama sekali! Gue hanya ingin berbagi tentang apa yang gue pikirkan sekarang tentang resolusi.

Sekarang, setiap gue membolak – balik halaman agenda gue. Gue biasanya akan lebih lama membaca di bagian RESOLUSI. Gue memang sengaja membuat 1 part untuk subject RESOLUSI. Gue seneng baca resolusi pertama gue pas awal-awal belajar menulis resolusi di 2004. Dan sekarang kalo gue baca-baca lagi, gue suka menandai atau memberi comment kecil menggunakan spidol warna di pinggir tulisannya. Misal : Done! ,Good Job!, Perfect! Poor! Worst!. Kadang gue akan ketawa sendiri kalo udah baca resolusi – resolusi waktu gue masih “bocah”. J Tapi dibalik semua itu, di setiap resolusi gue dari tahun ke tahun terus berubah. Mungkin karena memang dengan bertambah umur juga.

Gue rasa, setiap kita harus bikin resolusi atau target, agar apa yang kita capai lebih terarah dan lebih focus dalam mewujudkannya. Dan jangan pernah takut untuk jatuh. Karena di setiap kali kita jatuh, kita akan belajar bagaimana untuk berdiri.

Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %.
Tapi mereka tidak melihat 99 % kegagalan saya.
(Soichiro Honda –Pendiri Honda)